Sempat Libur Selama Pandemi
Setelah dua tahun Istigasah Malam Jumat Legi tidak dilaksanakan untuk kalangan umum disebabkan oleh pandemi covid-19. Tadi malam, Kamis malam (19/5/2022) bada Isya, istigasah yang melibatkan santri, wali santri, alumni, simpatisan, dan masyarakat sekitar itu, kembali digelar di makbarah (Pasarean) Keluarga Besar Pondok Pesantren Nurul Qarnain. Sementara muslimin ditempatkan di masjid Dzul Qarnain lantai satu, sedangkan muslimat diarahkan ke masjid lantai dua.
Dipimpin Langsung Oleh Pengasuh
Istigasah kubra rutinan setiap malam Jumat Legi ini dipimpin langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain, KH. Yazid Karimullah. Sebelum memulai istigasah tadi malam, beliau menyampaikan rasa syukur kepada Allah atas dihilangkannya wabah pandemi covid-19 yang begitu berdampak kepada masyarakat dari beberapa sektor.
“Selama dua tahun tidak melaksanakan istigasah yang dibuka untuk umum, sekarang kita sudah bisa mengadakan kembali. Oleh karena itu, marilah kita benar-benar khusyuk saat memohon kepada Allah,” sambut beliau.
Selama dua tahun kemarin, istigasah hanya dilaksanakan dalam lingkup santri, setelah itu dilanjut dengan pembacaan selawat nabi oleh para santri di kamar masing-masing yang dikoordinir oleh pengurus pesantren dan ketua kamar.
Bersanad kepada Syaihona Kholil dari Kiyai As’ad
Dalam sambutannya itu, beliau menambahkan mengenai silsilah amalan dan keutamaan dari amalan yang rutin dibaca ketika malam Jumat Legi.
“Amalan Jumat Legi ini murni dari Syaikhana Muhammad Khalil bin Abdul Latif Bangkalan yang diijazahkan kepada Kiai Haji Raden As’ad Syamsul Arifin,”
KH. Yazid Karimullah
Terdapat tiga bacaan utama yang dibaca dalam istigasah malam Jumat Legi, yaitu surah Al Ikhlas dan Ya Lathif 1000 kali, serta surah Yasin dibaca 1 kali sembari memohon doa kepada Allah.
Beliau juga bertutur, “Barang siapa yang memiliki hajat, kemudian membaca dan mengikuti Jumat Legi, insya Allah dikabulkan oleh Allah Swt.”
Dari Santri Hingga Simpatisan
Acara istigasah tadi malam, selain dilaksanakan oleh santri putra dan santri putri, juga terbuka bagi para alumni, wali santri, dan simpatisan yang sebagian besar sudah berkumpul di area pesantren sejak sebelum azan Isya. Kegiatan rutinan ini, kemudian ditutup dengan pembacaan selawat nabi.


