
Samudra Keberkahan di Nurul Qarnain
Di ambang bulan, saat jiwa merindu, Panggilan suci menggetarkan kalbu. Haul Majemuk di bumi Nurul Qarnain, Menjadi janji, temu yang terjalin. Ribuan langkah, santri dan

Di ambang bulan, saat jiwa merindu, Panggilan suci menggetarkan kalbu. Haul Majemuk di bumi Nurul Qarnain, Menjadi janji, temu yang terjalin. Ribuan langkah, santri dan

Santri Mengabdi sudah berapa kali prestasimu? pujian berhamburan di tengah keangkuhan prosesmu tidak ditentukan sekarang namun esok bertarung kecemasan membuka mata hati menimbang segala kebodohan

Hidup ini layaknya tawaf, berputar tanpa henti, Berawal dan berakhir pada Yang Maha Memiliki. Kadang kita tersesat dalam hiruk-pikuk dunia, Namun di hadapan-Nya, semua kembali

Malam Beribu Bintang Semilir angin berhembus syahdu Memecah hening di antara senja dan fajar Dalam naungan pekat gulita Pintu-pintu telah terkunci Semua mata terpejam Hiruk-pikuk

Kiai… Tak ada ilmu terpatri dalam sanubari Bila engkau tak tanamkan istikamah Tak ada tingkah anggun nan menawan Bila engkau tak cipta aturan Tak ada

: KH. Yazid Karimullah di hari Milad ke-73 Lelaki yang saat nyantri kerapkali makan pepaya dan tongkol rebus kala kiriman telat, selamat ulang tahun

NAZAM AIR MATA IBU di matamu hujan turun # rinai seringai pilu mengalun bunting padi menyapa petir # darah bencana belum berakhir di bilik jalan

PESANTREN KEJUJURAN pesantrenku tegak di pelosok di lereng bukit jauh dari asap akrab dengan mata air dan sawah pembabat pertama telah berpulang sebelum hijaiyah kenal