Puisi Pesantren Kejujuran

PESANTREN KEJUJURAN

pesantrenku tegak di pelosok

di lereng bukit jauh dari asap

akrab dengan mata air dan sawah

pembabat pertama telah berpulang

sebelum hijaiyah kenal lampu minyak

konon, ia bangun dari batu-batu parang

berpasir gigih li khidmatil ummah

sedang airnya adalah tangisan

terpasang batu bata kejujuran

yang dipungut dari kitab daun lontar yang dipuisikan

lalu menjadi bilik-bilik, sajadah dan menara

sajadahnya ahlus sunah wal jamaah

menaranya nahdlatul ulama

cagak besinya tiang merah putih

pengeras suaranya adalah kedamaian

yang diwariskan nenek moyang

pesantrenku, pesantren kejujuran

sajadahnya surban hijau ibu pertiwi

yang kuyup oleh airmata kiai

 

 Ledokombo, Oktober 2022

 

PAHIT TAPI BENAR

seberkas cahaya kutemukan di pesantren

terselip di antara lembar kitab kuning

teronggok di dampar kayu majelis taklim

gugusan sinar itu menjadi sabda

qulil haqqa walaw kana murran

katakan benar kendati pahit

sebab benar adalah keberanian

pahit adalah kenyataan

sementara dusta wujud kebimbangan

manis adalah kenisbian

kebenaran berani melibas kepahitan

sedangkan kebimbangan hanya perkeruh kegentingan

maka, menelan pahit butuh qana’ah

dan menegakkan kebenaran perlu syaja’ah

 

 Ledokombo, Oktober 2022

 

SINGKIRKAN DURI

sedekah bila kita singkirkan duri dari jalanan

duri yang menghambat

perjalanan jadi terlambat

duri memang merugi

apalagi duri yang menusuk berkal-kali

maka singkirkan ia ke tempat paling jauh

di mana hanya terdapat perahu terdampar dan sauh

sebab bila duri itu kembali mencocok kaki

kita jadi pincang atau bahkan mati

 

Ledokombo, September 2022

 

 *) Fathorrozi, lahir di Jember, 23 Maret 1987. Alumnus Nurul Qarnain tahun 2011. Tinggal di YPI Qarnul Islam, Ledokombo. Menulis apa saja, termasuk cerpen, puisi, opini, resensi, esai, kisah humor, novel, biografi tokoh, khutbah, dll. Beberapa tulisannya tersebar di media online, seperti harakatuna, iqra, lpmaarifnujateng, duniasantri, ngewiyak, suara, mjscolombo, mbludus, negerikertas, suarakrajan, cerano, pcnusumenep, nurulqarnain, nuriska, dst. Juga di media cetak, seperti Solopos, Koran Merapi, Harian Momentum, Radar Jember, Majalah Sabili, Majalah Fathonah, Buletin Al-Amiri Pos, dsb.

2 Comments:
04 October 2022

Saya bangga menjadi NQ Nurul Qarnain

04 October 2022

Lanjutkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *