Rombongan Bappenas Kagum saat Mengunjungi Nurul Qarnain

Manajer Pilar Pembangunan Ekonomi, Setyo Budianto, serta beberapa rombongan dari Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) dan Universitas Jember mengadakan kunjungan ke beberapa pesantren serta lokal ekonomi yang ada di Kabupaten Jember.

Pondok Pesantren Nurul Qarnain merupakan salah satu pondok pesantren yang menjadi lirikan utama rombongan Bappenas saat kunjungan tersebut. KH. Yazid Karimullah secara langsung menyambut kedatangan mereka di kediaman beliau pada Jumat sore (07/10/2022).

Setyo Budianto selaku Manajer Pilar Pembangunan Ekonomi kepada Pengurus Media Nurul Qarnain menuturkan, tujuan kunjungan ini tidak lain adalah secara khusus untuk mengupayakan SDGs (Sustainable Development Goals) pesantren secara nasional.

“Pesantren merupakan salah satu stand holder yang paling potensial dalam mengelola perekonomian. Karena jumlah pesantren di Indonesia begitu banyak, berikut dengan santrinya yang berjumlah ribuan hingga puluhan ribu,” ungkapnya.

Salah satu rombongan Bappenas juga memaparkan bahwa ada banyak kontribusi yang dapat dimanfaatkan oleh pesantren di Indonesia untuk kepentingan ekonomi, sehingga dapat menjadi pesantren ideal, yang sesuai dengan potensi yang dimiliki. Pondok pesantren diharapakan akan memilki role model yang akan menciptakan lapangan kerja dan memanfaatkan setiap hal yang dimiliki, khususnya bagi para santri dan masyarakat sekitar.

“Seperti halnya Pondok Pesantren Nurul Qarnain ini yang memiliki 80.000 lebih ekor ayam yang bermanfaat bagi ekonomi pesantren secara mandiri, sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di sekitar pesantren,” imbuhnya.

Hal ini juga ditanggapi oleh KH. Yazid Karimullah. Beliau menjelaskan motif utama kemandirian Pondok Pesantren Nurul Qarnain, “Pendorong utama bagi saya agar Pondok Pesantren Nurul Qarnain ini mandiri adalah penuturan guru saya; KHR. As’ad Syamsul Arifin, hendaknya pesantren tidak meminta-minta.”

Setyo Budianto, lebih lanjut menjabarkan tentang peran besar yang dapat dijadikan pegangan santri untuk ikut andil dalam pengembangan ekonomi nasional, “Santri dapat memanfaatkan setiap keterampilan yang ia peroleh selama di pesantren. Terlebih bagi santri yang telah mempelajari kegiatan ekonomi, karena hal tersebut sangatlah berguna.”

“Upaya yang dapat diterus-kembangkan di Pondok Pesantren Nurul Qarnain adalah mampu bertahan dari berbagai cobaan, serta sabar dalam menunggu hasil, sebagaimana yang dijelaskan KH. Yazid dari tahun 1968 hingga saat ini,” terangnya saat diwawancara.

Selanjutnya, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain membawa segenap rombongan Bappenas untuk mengelilingi area pondok pesantren guna melihat proses pengelolaan dan bangunan, “Nurul Qarnain merupakan pondok pesantren yang ideal dalam menggunakan setiap potensi yang dimiliki. Mulai dari pengelolaan hasil tani, peternakan, hingga mendaur ulang sampah. Terlebih, saya lihat pondok ini sangat memprioritaskan kebersihan,” pungkasnya.*)

Pewarta: Wildan Miftahussurur

Editor: Fatna Harista

1 Comment
08 October 2022

Pendirian pengasuh tidak berubah,jadi konsisten demi maju pesantren

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *