Semilir angin berhembus syahdu
Memecah hening di antara senja dan fajar
Dalam naungan pekat gulita
Pintu-pintu telah terkunci
Semua mata terpejam
Hiruk-pikuk dunia seakan usai
Malam,
Sunyi senyap dari kebisingan
Pualam purnama memancar sendu
Menampakkan cahaya pesona
Bertabur bintang bak intan berlian
Kini, tak lagi sebatas kelam malam
Di dalamnya terselip kerinduan
Para kekasih bermunajat dengan lirih
Mengemis cinta-Nya yang tak bertepi
Bersimpuh pasrah berurai air mata
Sadar diri sebatas pendosa yang hina
Bertobat serta memohon luapan kasih
Kepada Dzat Yang Maha Pengasih
Malam,
Berhias beribu bintang
Ratap hati dan untaian ingin dilangitkan
Tempat mengadu segala urusan
Tempat peraduan insan pada Tuhan
(Maesan, 9 Maret 2024)
Berkah Ramadan
Kala sore akhir Sya’ban
Seluruh penjuru dunia menantikan
Lengkungan tipis di antara luas angkasa
Pertanda kabar bahagia
Awal Ramadan telah tiba
Bulan mulia
Dirindu kehadirannya
Sumber anugerah dan ampunan segala dosa
Wajiblah bagi kita berpuasa
Tarawih sebagai tambahan
Tadarus Qur’an sebagai hiasan
Ramadan,
Bulan suci nan berkah
Menahan lapar dan dahaga kala siang
Menuntas rindu kala azan Magrib berkumandang
Mendirikan salat kala bintang menyapa
Serta bermunajat kepada Tuhan semesta
Bulan seribu berkah
Sejuta rahmat tercurah
Merangkul semua muslim pada tangga surga
Pelebur segala dosa
Menyinari hati dengan manisnya ibadah
Semoga engkau dapat kujumpa pada tiap tahunnya
Hingga ajal datang menyapa
(Maesan, 10 Maret 2024)
———————————–
Goresan pena: Silfin Aisyah, Mahasiswi STIS Nurul Qarnain sekaligus Santri Tahfidz al-Qur’an.
Editor: Fathorrozi


