PUISI FATHORROZI – SPESIAL HARI IBU

NAZAM AIR MATA IBU

di matamu hujan turun # rinai seringai pilu mengalun

bunting padi menyapa petir # darah bencana belum berakhir

di bilik jalan tatap ribuan mata # ringkih tiang jadi saksi nyata

deras lisanmu mendadak diam # nanar matamu melesat tajam

kerlip terang jalanan kunang-kunang # bukti bisu kita menyulam kenang

aku terjaga dari mimpi # menyeka air matamu di pipi

tangis konde dalam semesta rambut # menikam hati pertiwi yang lembut

binar di matamu kini pelangi # kembang di dadamu juga mewangi

malaikat riang hampar sayap # ruhmu dari hadapanku melesap

ledokombo, akhir tahun 2022

 

DALAM DEKAPAN IBU

lesap barisan gulana risauku # jika kau dekap kepalaku

tenang yang kurasa # teduh bertumpang sentosa

di dadamu kutemukan surga # mata air pelenyap dahaga

duri mawar yang menusuk # tiba lenyap layu membusuk

aku datang tanganmu membentang # sungguh kudapati seribu bintang

erat kau dekap # damai kutangkap

jangan beranjak, ibu # dekapmu impian kalbu

qarnul islam, desember 2022

 

JANGAN MENANGIS LAGI, IBU

kalut kemelut aku ditinggal senyummu

senyum mawar yang ditebar setiap pagi

sekerat gundah memangkas tuntas riang

hingga memuramkan lampu-lampu kehidupan

mengeringkan sumber mata air harapan

memadamkan cahaya bulan di malam kelima belas

setiaku bersama ibu

hidupku untuk ibu

matiku kenang ibu

jangan lagi ada tetes air mata

agar terangku tak lagi gulita

agar sesatku temukan pelita

baiti jannati, akhir tahun 2022

 

BIDADARI BERBAJU PUTIH ITU IBUKU

langit muram

mendung mengendap

daun-daun rontok

permadani dibentang

ibu dijemput bidadari

melati dikalungkan

mukena putih dikenakan

ibu terbang melesat

seutas senyum semburat ucap

“kunanti di telaga terindah”

tangannya melambai

rumah idaman, penghujung tahun 2022

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *