Momentum Dirgahayu Republik Indonesia ke-77 pada hari Rabu, 17 Agustus 2022 kemarin masih hangat dirasakan. Sebagai warga negara sudah semestinya kita mencintai tanah air tempat kita dilahirkan. Islam mengajarkan bahwa mencintai tanah air adalah sebagian dari Iman. Rasulullah SAW sendiri telah mengajarkan kepada kita untuk mencintai tanah air. Nabi Muhammad SAW mencintai kota Makkah dan Madinah karena dua kota mulia tersebut adalah tanah air beliau. Bahkan diceritakan bahwa ketika Nabi Muhammad datang dari perjalanan kemudian beliau melihat tembok-tembok kota Madinah maka beliau meletakkan kendaraannya, namun jika beliau sedang menunggangi kendaraannya maka beliau menggerak-gerakkan (mempercepat) kendaraannya dari saking cintanya beliau kepada Madinah. Cerita ini sebagaimana yang tercantum dalam Kitab Irsyaad As Saari Li Syarhi Shahih Al Bukhari karya Syaikh Muhammad bin Abu Bakar berikut:
– حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ حُمَيْدٍ عَنْ أَنَسٍ -رضي الله عنه-: “أَنَّ النَّبِيَّ -صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- كَانَ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ فَنَظَرَ إِلَى جُدُرَاتِ الْمَدِينَةِ أَوْضَعَ رَاحِلَتَهُ، وَإِنْ كَانَ عَلَى دَابَّةٍ حَرَّكَهَا، مِنْ حُبِّهَا”.
Kemudian dalam syarahannya beliau menjelaskan bahwa Nabi SAW berlaku demikian karena saking cintanya kepada kota Madinah sebab Allah telah mengabulkan do’a beliau yang berbunyi
اَللّهُمَّ حَبِّبْ إلَيْنَا الْمَدِيْنَةَ كَحُبِّنَا مَكَّةَ أَوْ أَشَدَّ
“Ya Allah jadikan kami mencintai Madinah sebagaimana kami mencintai Makah atau melebihinya.”
Mencintai tanah air termasuk sarana utama untuk melaksanakan perintah agama. Tanpa tanah air seseorang akan terhina dan kesempurnaan hidupnya berkurang. Terdapat dalil yang menekankan untuk mencintai tanah air yang berbunyi:
حُبُّ الْوَطَنِ مِنَ الْإِيْمَانِ
“Cinta tanah air adalah sebagian dari iman.”
Kendati hadits ini tergolong hadits maudhu’, namun banyak ulama yang menggunakannya sebagai anjuran dan motivasi kepada warga negara agar selalu mencintai tanah airnya. Salah satunya adalah KH. Hasyim Asy’ari kala menjawab pertanyaan dari Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno, tentang hukum membela negara. Kemudian beliau menjawab bahwa hukumnya fardhu ain tanpa pengecualian. Dan sejak itulah beliau mengeluarkan fatwa berupa hubbul wathan minal iman.
Lalu pada zaman sekarang dengan apa kita dapat mewujudkan cinta terhadap tanah air?
Untuk mewujudkan rasa cinta tanah air bisa dilakukan dengan berbagai cara seperti berikut:
- Merayakan hari lahirnya NKRI
Cara ini merupakan salah satu cara paling tepat untuk menampakkan rasa cinta terhadap tanah air. Merayakan hari kemerdekaan sama saja dengan mengingat dan mengabadikan perjuangan para pahlawan yang telah gugur untuk memerdekakan Indonesia.
- Bangga menggunakan produk asli buatan Indonesia
Menggunakan produk dalam negeri selain merupakan bentuk rasa cinta tanah ini dengan mengkonsumsi produk tersebut, juga akan meningkatkan perekonomian masyarakat dan negara.
- Menjaga dan merawat kebersihan lingkungan
lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, namun juga harus dilakukan oleh masyarakat. Merawat dan menjaga lingkungan sama dengan menjaga keberlangsungan masa depan anak cucu hingga generasi berikutnya.
- Tidak menebarkan kebencian dan berita hoax
Sebagai generasi muda yang hidup di era teknologi, selayaknya kita harus bijak dalam menggunakannya terutama dalam media sosial (medsos). Menyampaikan berita harus sesuai dengan sumber yang jelas agar tidak terjadi perdebatan. Dengan menyebarkan berita yang tidak benar akan melahirkan kesalahpahaman yang akan menyebabkan pecahnya NKRI.
- Mematuhi undang-undang dan peraturan negara.
Undang-undang dan peraturan negara dibuat untuk mempertahankan dan menjaga keharmonisan setiap individu yang ada di negara ini. Kendati demikian, sekarang ini masih minim masyarakat yang sadar untuk taat peraturan, padahal dengan mematuhi Undang-undang dan peraturan sama saja dengan menjaga negara.
- Tetap menjaga kesatuan negara
Indonesia lahir dari berbagai suku, budaya, dan bahasa namun disatukan dengan Bhinneka Tunggal Ika, berbeda namun tetap satu. Perwujudan dari hal ini adalah saling menjaga keharmonisan bersama, tanpa melihat perbedaan.
Disebutkan dalam kitab Ruh Al Bayan karya Syekh Isma’il Haqqi bin Mushthafa bahwa Sayyidina Umar Ra. pernah berkata:
لَوْلَا حُبَّ الْوَطَنُ لَخَرُبَ بَلَدُ السُّوْءِ فَبِحَبِّ الْأَوْطَانِ عُمِرَتِ الْبُلْدَانِ
“Seandainya tidak dicintai, maka hancurlah negara yang terpuruk, sehingga dengan mencintai maka negara-negara akan menjadi tegak”.
Semoga di hari ulang tahun yang ke-77 ini, Indonesia menjadi negara maju, aman, damai sejahtera, dicintai rakyatnya, dan menjadi baldatun thayyibah wa rabbul ghafuur. Amiin yaa mujiba as saailiin.
Penulis: Evita Desy Syafitri, Mahasantri Ma’had Aly Nurul Qarnain


