Beberapa tahun yang lalu, hampir semua pesantren di liburkan (belajar di rumah masing-masing) khususnya di Pondok Pesantren Nurul Qarnain, santri dipulangkan lebih awal dikarenakan kondisi pandemi Covid-19 semakin luas. Khususnya lingkungan pondok pensantren Nurul Qarnain ada suspek yang positif Covid-19. Setelah di adakan rapat, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain akhirnya meliburkan santri selama Covid-19, mulai dari akhir bulan Maret 2020 hingga maklumat pengasuh merevisi dan memperpanjang beberapa kali. Alhasil, santri libur tidak kurang selama tiga bulan.
Ternyata, liburan pesantren tersebut menimbulkan berbagai kendala, entah itu bagi santri, orang tua, masyarakat dan guru. Dampak negatif liburan santri Pondok Pesantren Nurul Qarnain, banyak orang tua yang mengeluh pada Pengasuh, karena kesulitan untuk mendampingi anak dalam belajar. Di sisi lain, orang tua masih memiliki pekerjaan yang harus di lakukan. Meskipun begitu, dampak positifnya, santri dan guru sama-sama belajar untuk memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran. Sehingga diharapkan transformasi pendidikan bisa berlangsung lebih cepat. Tidak hanya itu, santri juga bisa dapat mengabdi lebih dekat kepada orang tua.
Dari sini kita menyadari bahwa, liburan juga dapat memberikan dampak yang signifikan bagi santri, orang tua, masyarakat dan guru. Maka dari itu kita harus mengingat selalu pada maklumat pengasuh. Jangan menyepelehkan liburan pesantren, karena jika tidak di kontrol maka perbuatan yang tidak mendatangkan manfaat akan dilakukan oleh santri tanpa sadar. Jangan sampai perbuatan yang tidak bermanfaat itu hasilnya kembali kepada kita menjadi hal buruk. Tentunya kita semua tidak mengharapkan hal yang demikian terjadi.
Liburan dapat menjadi sarana untuk peningkatan kapasitas keilmuan dan menambah pengalaman lewat berbagai kegiatan baik di keluarga maupun kegiatan masyarakat. Saat liburan akan ada kesempatan lebih banyak untuk membaca, belajar, mengunjungi toko buku, mengikuti kegiatan masyarakat dalam berbagai bidang dan kegiatan positif. Karena liburan pesantren selama Covid-19 tidak ditujukan untuk bermalas-malasan dan pekerjaan yang tidak bermanfaat bagi santri. Sehingga, diharapkan pada masa pasca pandemi nantinya, progresifitas dan produktifitas kita sebagai kaum sarungan yang sekaligus pelajar, tidak kalah bersaing dengan pelajar di luar sana. Secara kompetensi dan prestasi, kita harus lebih unggul. Sebab santri adalah kaum pelajar yang diharapkan tidak hanya baik moral dan religiusnya, tapi juga intelektualnya.
Penulis : Muhammad Abdul Ghofar, Mahasiswa STIS Nurul Qarnain Prodi Hukum Keluarga Islam Semester 1
Editor : Muhliseh


