Acara yang dihadiri oleh ratusan peserta dari kalangan santri dan mahasiswa, baik mukim maupun nonmukim itu dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an serta sambutan oleh Ketua Panitia, Ketua DEMA, dan Wakil Ketua I STIS Nurul Qarnain.
“Semoga apa yang beliau sampaikan bisa menjadi tambahan ilmu yang bermanfaat. Saya berharap dengan diselenggarakannya seminar ini dapat menambah pemahaman mengenai disrupsi hukum,” ungkap Egisca selaku Ketua DEMA.

Bapak Firmansyah, M.Pd., mewakili Ketua STIS menjelaskan pentingnya menghadiri seminar-seminar nasional seperti ini.
“Jika hanya mengandalkan pertemuan di kuliah itu terbatas. Kita membutuhkan ruang lain sehingga bisa menimba ilmu dari orang yang memang pakar di bidangnya,” tuturnya.
Bapak Firmansyah sangat mengapresiasi penyelenggaraan acara bertema hukum tersebut. Wakil Ketua I STIS itu juga memohon kepada pemateri agar memberikan motivasi kepada mahasiswa agar dapat menimba ilmu dengan gigih seperti beliau.
Materi seminar disampaikan oleh Dr. Khoirul Hidayah. Ia merupakan sosok perempuan yang ahli dalam bidang hukum dan telah menempuh pendidikan hukum sejak jenjang S1 hingga S3.

Materi yang disampaikan sangat relevan dengan perkembangan sosial di era sekarang yang didominasi oleh akses digital tanpa batas. Seminar ini dinilai penting untuk memberi pemahaman bagi santri dan mahasiswa dalam menghadapi tantangan zaman.
Ibu Irul (sapaan akrabnya) menyampaikan bahwa sukses itu bukan semata-mata tentang menjadi hakim atau profesi-profesi tertentu, tetapi tentang mengoptimalkan modal yang telah Allah berikan, berupa kecerdasan, kesehatan, dan nikmat lain yang tak terbilang jumlahnya.
“Teknologi seharusnya meningkatkan kualitas hidup, bukan menggantikan peran manusia,” tegas beliau.

Mengutip perkataan Ibn Qayyim, beliau juga menyampaikan, “Hukum itu mengikuti kemaslahatan yang lebih kuat. Hukum berputar bersama kemaslahatan manusia, maka di manapun ditemukan kemaslahatan, di situlah hukum Allah.”
Sebagai amanat akhir bagi para peserta, Ibu Irul berpesan agar setiap perbuatan dilakukan dengan ikhlas karena Allah Ta’ala.
Selain penyampaian materi dan sesi diskusi, pihak DEMA juga mengadakan kuis bagi para peserta dengan hadiah menarik sehingga menambah keseruan acara. (*)
——————————-
Pewarta: Silfin Aisyah
Editor: Fathorrozi


