Acara diawali dengan salat Dhuha berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Nazam Aqidatul Awam yang dipandu oleh seluruh guru SD Nurul Qarnain. Suasana religius dan penuh kekhusyukan begitu terasa ketika para siswa bersama-sama melantunkan bait-bait akidah yang menjadi dasar keimanan seorang muslim.
Selanjutnya, kegiatan dibuka dengan tawasul bil Fatihah yang dipimpin oleh Bapak Elis AM, S.Pd.I. Tawasul tersebut dipanjatkan sebagai bentuk ikhtiar memohon keberkahan dan kebaikan kepada Allah Swt. di awal Tahun Baru Hijriah.

Pada kesempatan tersebut, Kepala SD Nurul Qarnain, H. Humaidi, S.Pd.I, menyampaikan pentingnya memahami makna Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian angka dalam kalender, melainkan momentum untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.
“Tahun Baru Islam merupakan sejarah hijrahnya Rasulullah Saw. dari Makkah ke Madinah. Hijrah mengajarkan kepada kita untuk menjadi agent of change, agen perubahan. Jika selama ini kita masih kurang disiplin, kurang semangat belajar, atau kurang maksimal dalam menjalankan tugas, maka momentum Muharam ini harus menjadi titik awal untuk berubah menjadi lebih baik,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa semangat perubahan tersebut harus dimiliki oleh seluruh warga sekolah, baik guru maupun peserta didik.
“Mari jadikan Muharam sebagai momentum memperbaiki diri. Tidak hanya murid, tetapi juga guru harus terus berbenah, meningkatkan kedisiplinan, akhlak, dan kualitas dalam menjalankan amanah pendidikan,” tambahnya.

Memasuki acara inti, seluruh peserta mengikuti rangkaian Shalawat Al Wishol, zikir Basmalah, qiyam, dan doa bersama. Lantunan shalawat yang berisi kisah-kisah perjuangan dan kemuliaan Nabi Muhammad Saw. menggema memenuhi auditorium. Dengan penuh kekhusyukan, para siswa dan guru larut dalam lantunan shalawat yang dipimpin Majelis Shalawat Al Wishol.
Suasana semakin syahdu ketika seluruh peserta berdiri dalam qiyam, mengagungkan Rasulullah Saw. sembari memanjatkan doa agar tahun yang akan datang dipenuhi keberkahan, keselamatan, dan kemudahan dalam menuntut ilmu serta menjalankan berbagai amanah kehidupan.
Kegiatan ini menjadi salah satu ikhtiar SD Nurul Qarnain dalam menanamkan nilai-nilai keislaman kepada peserta didik, sekaligus mengingatkan bahwa semangat hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan tempat, tetapi juga perubahan sikap, karakter, dan kualitas diri menuju pribadi yang lebih baik.

Acara kemudian ditutup dengan musafahah seluruh siswa-siswi kepada para guru. Dengan penuh khidmat, para santri kecil berjabat tangan satu per satu sebagai bentuk penghormatan kepada guru serta memohon doa dan keberkahan ilmu. Tradisi yang telah lama hidup dalam dunia pesantren ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan dalam menuntut ilmu tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh adab dan penghormatan kepada guru.
Semoga semangat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi awal bagi seluruh keluarga besar SD Nurul Qarnain untuk terus tumbuh dalam keimanan, kedisiplinan, serta semangat menuntut ilmu demi meraih rida Allah Swt. dan kebermanfaatan bagi sesama. (*)
——————————————
Pewarta: M. Akmal Marzuqin
Editor: Fathorrozi


