FOKSA Putri: Mengkaji Karamah Wali

Ahad (15/01/2023) Forum Komunikasi Santri Alumni (FOKSA) Putri laksanakan pertemuan rutin dua bulan sekali yang bertempat di kediaman Saudari Faidatul Hasanah desa Kalianyar, kecamatan Tamanan, kabupaten Bondowoso dan dihadiri oleh 90-an alumni putri dari berbagai angkatan.

Sebagaimana biasa, acara dibuka dengan pembacaan surah al-Fatihah dan dilanjutkan dengan lantunan Selawat Nabi yang dipimpin oleh Saudari Harum Sukmo Ningratna, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Ratib al-Haddad yang dipimpin oleh Saudari Intan Nur Layli.

Suasana saat lantunan Selawat Nabi

Pada kajian kitab al-Masail as-Shufiyah wa Asraru al-Qulubiyah, Ning Hj. Zulfa Yazid, S.Sos.I, S.Pd.I., membaca bab tentang karamah para auliya. Beliau menjelaskan bahwa wali itu ada 9 tingkatan, yaitu wali Quthub/Aqthab (hanya ada 1 di dunia), wali Aimmah/Imaamain (ada 2 di dunia), wali Autad (ada 4 di dunia dan berada di empat penjuru mata angin), wali Abdal (ada 7 di dunia), wali Nuqaba’ (ada 12 di dunia), wali Nujaba’ (ada 8 di dunia), wali Hawariyyun (hanya ada 1 di dunia), wali Rajabiyyun (berjumlah 40 di dunia) dan wali Khatamiyyun (hanya ada 1 di dunia). Jika wali-wali tersebut wafat, maka akan ada pengganti wali baru. Dan yang dapat mengetahui kewalian seorang wali adalah wali yang lain.

Setiap wali mempunyai karamah, kehadirannya selalu ditunggu, nasihatnya akan langsung sampai ke hati. Karamah adalah kejadian luar biasa yang dilakukan para wali di luar nalar manusia biasa. Menurut Imam Qusyairi di dalam kitab al-Risalah munculnya karamah pada para wali itu hukumnya boleh. Namun, karamah berbeda dengan mukjizat. Karamah diberikan pada para wali, sedangkan mukjizat diberikan kepada para nabi. Tidak semua wali dapat menunjukkan karamahnya pada khalayak umum. Menurut al-Habib Abdullah al-Haddad, mengingkari bahwa Allah memberikan karamah kepada para wali itu termasuk kufur dan ada yang mengatakan bid’ah.

Ning Zulfa bertutur, “Salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah adalah dengan mendekatkan diri kepada wali-wali Allah. Dan salah satu cara mendekatkan diri pada wali Allah dengan melakukan hal yang disukai oleh para wali Allah tersebut. Sebagai contoh, saat kita ziarah ke makam Syaikhana Khalil Bangkalan, dapat membaca surah al-Ikhlas sebanyak 3.333 kali tanpa merubah posisi duduk.”

Pertemuan kali ini berlangsung singkat, namun begitu khidmat. Banyak tambahan ilmu yang para alumni putri dapat. Ning Zulfa berharap di pertemuan yang akan datang lebih banyak lagi alumni putri yang dapat hadir.

“Pesantren akan semakin maju dan kuat, jika alumninya kompak,” tambah beliau.

Usai kajian kitab al-Masail as-Shufiyah wa Asraru al-Qulubiyah, Ning Zulfa menutup acara ini dengan doa. (*)

============================

Juru Berita: Fatna Harista

Editor: Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *