Tahun ini, Fharah Tri Hidayanti dan Maulana Muhammad Alfi Furdiansyah berhasil menorehkan prestasi gemilang sebagai Bintang Lajnah yang diberikan langsung oleh Ust. Ali Murtadlo Al Hafiz dan Ustazah Nurul Qomariyah. Acara ini sekaligus membuktikan dedikasi dan kecintaan mereka pada Al-Qur’an.
Ustad Zaenol Hasan mengawali sambutan dengan rasa bangga.
“Saya sangat bahagia bisa berdiri di hadapan santri-santri dari berbagai latar belakang dari Tahfizul Qur’an, Muadalah dan Ma’had Aly serta Asrama Bahasa Arab-Inggris. Meski berbeda, kita tetap satu: meneladani Al-Qur’an,” ujarnya.
Beliau juga menjelaskan bahwa karakter seseorang dapat dilihat dari cara ia menerapkan Al-Qur’an dalam kesehariannya.
Mengutip Dr. Arif Al-Qarni dalam karyanya La Tahzan, Ustad Zaenol Hasan menekankan bahwa membaca Al-Qur’an bukan hanya dengan lisan saja, tapi juga harus tau maknanya. Ia juga mengutip perkataan Yusuf Al-Qardawi, bahwa Al-Qur’an itu ‘Solhun’, relevan untuk diterapkan setiap waktu dan zaman.
“Tanamkan Al-Qur’an dalam hati kita, kita harus bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan memahami Al-Qur’an dengan baik,” tambahnya.
Selain itu, Kepala Madrasah Muadalah Tsanawiyah tersebut berpesan untuk bersungguh-sungguh belajar Al-Qur’an sebagai bekal di dunia dan akhirat, karena bahasa surga adalah bahasa Al-Qur’an.
Acara ini juga menyorot Bintang Madrasah Lajnah Qiratuna, yang tahun ini diraih oleh:
Putra:
1. Maulana Muhammad Alfi Alfiansyah
2. Muhammad Zaim Al Farisi
3. Abdurrahman Wahid
Putri:
1. Fharah Tri Hidayanti
2. Afifah Putri Zahira
3. Dini Izzatul Millah
Dengan prestasi ini, Lanjnah Qiraatuna Nurul Qarnain kembali menegaskan komitmennya: membentuk santri unggul, berakhlak, dan cinta Al-Qur’an. Setiap tropi dan piagam bukan sekadar penghargaan, tapi simbol perjuangan dan kedisiplinan santri dalam menuntut ilmu.*
————————————–
Pewarta : Silfin Aisyah
Editor : Wildan Miftahussurur


