Kenang Waktu Nyantri, Prof Mahfud MD Ikut Shalawatan dan Bermalam di Pesantren

JEMBER_nurulqarnain.net. Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD, S.H., S.U., M.I.P., bersama rombongan kembali berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Qarnain Sukowono Jember untuk bernostalgia sembari berdiskusi dengan para Alumni Pondok Pesantren Nurul Qarnain, para dosen dan dewan guru, serta Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo dan para relawan di aula pesantren pada Kamis (28/12/2023).

“Bukan bermaksud untuk kampanye, melainkan untuk bersilaturahmi saja. Saya berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Qarnain ini untuk bernostalgia, sebab saya sejak kecil berada di lingkungan pesantren dan saya ingin kembali merasakan masa-masa itu,” buka Prof. Mahfud kepada hadirin.

Beliau bersama rombongan hadir di Pondok Pesantren Nurul Qarnain tepat sebelum azan Magrib. Kehadiran beliau disambut hangat oleh pengasuh, KH. Yazid Karimullah beserta keluarga, juga para santri dan segenap hadirin.

Setelah salat Isya, dengan berpakaian putih serta songkok hitam nasional, beliau bersama KH. Yazid Karimullah dan ditemani para undangan berangkat menuju Masjid Dzul Qarnain untuk mengikuti acara rutinan Shalawat Malam Jumat bersama seluruh santri.

“Saya barusan bersama KH. Yazid Karimullah bershalawat bersama di masjid. Saya melaksanakan hal seperti itu dulu di pesantren setiap malam Selasa dan malam Jumat. Alhamdulilah barusan saya bernostalgia dan insya Allah malam ini saya bermalam di Pondok Pesantren Nurul Qarnain ini,” ungkap beliau dengan haru.

KH. Yazid Karimullah juga menyampaikan rasa terimakasih kepada Prof. Dr. H. Mahfud MD, karena beliau telah berkenan hadir ke Pondok Pesantren Nurul Qarnain untuk yang kesekian kalinya.

“Saya sangat berterimakasih kepada Bapak Mahfud atas kehadirannya malam ini. Tanggal 24 Oktober lalu beliau juga datang ke pesantren ini untuk berjumpa dengan para alumni dan santri kami,” tutur pengasuh.

Prof. Mahfud MD menuturkan keterikatan hati beliau dengan Pondok Pesantren Nurul Qarnain serta KH. Yazid Karimullah. Sepanjang karirnya, beliau telah berkunjung sebanyak 4 kali hingga saat ini. Maka, tak ayal jika beliau merasa memiliki hubungan yang sangat dekat dengan salah satu pesantren besar di kabupaten Jember ini.

Acara berikutnya Diskusi Interaktif bersama hadirin. Sebelum berdiskusi, Pak Mahfud, demikian beliau kerap disapa, menceritakan perjalanannya sejak nyantri di pesantren sampai berkiprah sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan pada Kabinet Indonesia Maju.

“Saya juga seorang santri yang lahir di pesantren, diajari oleh kiai-kiai dan ustaz-ustaz kampung. Dari beliau saya bisa seperti saat ini. Maka, dari itulah benar jika saya katakan bahwa para kiai dan ustaz bisa melahirkan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan,” cerita beliau.

Peserta diskusi diberi kesempatan menyampaikan asprirasi. Salah satunya lulusan Ma’had Aly Nurul Qarnain yang berkesempatan bertanya soal masa depan mereka di dunia politik.

“Santri lulusan pesantren bisa terjun di dunia politik dan tidak perlu mendalami Fikih Siyayah. Bahkan dengan Fikih Salat dan Nikah bisa saja terjun di dunia politik. Namun, jika mau jadi politikus hebat harus dengan dua syarat, yaitu amanah dan berdoa agar Allah memberikan jalan. Saya sendiri dan para politikus pesantren lainnya, bisa terjun sebab dua jalan tersebut,” imbuh beliau.

Kamar Prof Mahfud MD saat bermalam di Pondok Pesantren Nurul Qarnain

Dikutip dari Instagram pribadi beliau yang diunggah pada Jumat (29/12/2023), beliau sangat bersyukur dan bahagia dengan kegiatan beliau saat ini.

“Nikmat apa lagi yang kamu dustakan? Kenikmatan tidak hanya sebatas materi, tapi bisa juga kesehatan, hidup bahagia, hingga nikmat umur panjang dan bermanfaat bagi orang banyak. Alhamdulillah, tadi malam dari sejak Magrib sampai Subuh tadi, saya mendapatkan kenikmatan luar biasa. Bisa jumpa dan ngobrol banyak dengan sahabat-sahabat para kiai dan pengasuh di Pondok Pesantren Nurul Qarnain Jember,” tulis beliau.

“Dan, yang teristimewa, bisa merasakan kembali sekaligus bernostalgia dengan suasana pondok yang pernah saya alami puluhan tahun lampau. Iya, tadi malam saya menginap di sini, di kamar ini, menikmati dan mensyukuri hidup sebagai santri,” tandas beliau. (*)

—————————————

Pewarta: Wildan Miftahussurur & Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *