Kegiatan tersebut dihadiri Pengasuh KH. Yazid Karimullah, Ketua Dewan Pendidikan KH. Badrut Tamam, jajaran pimpinan INSYAKA, kepala lembaga, dosen, guru, serta seluruh peserta KKN dan PKL.

Dalam laporannya, Rektor INSYAKA menyampaikan bahwa kegiatan KKN akan berlangsung selama 40 hari. Sebelum diterjunkan ke masyarakat, seluruh peserta telah mengikuti pembekalan, mulai dari administrasi hingga materi tentang etika, adab, dan tata cara berinteraksi dengan masyarakat. Program KKN dijadwalkan berlangsung mulai Juli hingga 10 Agustus 2026.

Sementara itu, Kepala SMK Nurul Qarnain melaporkan bahwa program PKL tahun ini merupakan pelaksanaan kedua yang diikuti oleh 46 siswa-siswi. Mereka ditempatkan pada tiga lokasi berbeda dan sebelumnya telah mendapatkan pembekalan serta kunjungan industri sebagai bekal memasuki dunia kerja. PKL santri putri berlangsung pada 6 Juli-5 Agustus 2026, sedangkan santri putra dijadwalkan mulai 6 Agustus hingga September 2026.
Ketua Dewan Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Qarnain, KH. Badrut Tamam, M.H.I., berpesan agar seluruh peserta menjaga nama baik pesantren selama berada di tengah masyarakat. Beliau mengingatkan agar para peserta selalu menjaga akhlak, sopan santun, dan tata krama dalam setiap aktivitas.

Beliau juga mengingatkan agar peserta tidak mengikuti kegiatan peringatan 17 Agustus yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang dijunjung pesantren serta tidak bermalam di rumah warga.
“Jagalah nama baik pesantren, jagalah tata krama. Setelah selesai kegiatan, langsung kembali ke posko,” pesannya.
Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain, KH. Yazid Karimullah, dalam arahannya menegaskan bahwa KKN dan PKL bukan sekadar program akademik, tetapi juga menjadi ajang membuktikan hasil pendidikan yang telah diterima selama belajar di pesantren.
Beliau mengingatkan agar seluruh peserta menunjukkan akhlak seorang santri melalui tutur kata, sikap, dan perilaku ketika berada di tengah masyarakat.
“Buktikan bahwa kalian benar-benar mahasiswa dan santri Nurul Qarnain. Perjuangan itu terlihat dari tingkah laku, cara berbicara, dan bagaimana kalian membawa diri di tengah masyarakat,” dawuh beliau.

KH. Yazid juga mengajak peserta untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai ruh pengabdian. Menurutnya, ketika santri mampu membawa nilai-nilai Al-Qur’an ke tengah masyarakat, maka masyarakat akan mengenal Nurul Qarnain melalui akhlak dan perilaku para peserta.
“Bawalah Al-Qur’an ke masyarakat. Dengan begitu, masyarakat akan mengenal Nurul Qarnain melalui diri kalian,” tuturnya.
Beliau juga mengingatkan agar seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya sebagai bentuk ibadah dan pengabdian kepada Allah SWT.
“KKN ini adalah kesempatan yang luar biasa. Jadikan pengabdian ini sebagai ibadah dengan niat yang ikhlas karena Allah. Insya Allah akan menjadi amal yang penuh keberkahan,” pesan beliau.

Di akhir arahannya, KH. Yazid Karimullah mengajak seluruh peserta untuk selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Beliau menuturkan bahwa perjalanan panjang Pondok Pesantren Nurul Qarnain yang berawal dari lahan sekitar 40 meter persegi hingga berkembang menjadi lembaga pendidikan yang menaungi pesantren, institut, dan berbagai jenjang pendidikan merupakan buah dari keberkahan dan pertolongan Allah SWT.
Beliau berharap keberkahan tersebut terus menyertai Pondok Pesantren Nurul Qarnain beserta seluruh generasi penerusnya, sehingga mampu terus memberikan manfaat bagi umat melalui pendidikan, dakwah, dan pengabdian kepada masyarakat. (*)
—————————————-
Pewarta: Safiroh Adania
Editor: Fathorrozi


