
Kirab dimulai dari titik start desa Baletbaru, bergerak menyusuri jalan raya Sukowono, dan berakhir di kompleks pesantren. Sepanjang rute kirab, suasana kepesantrenan tampak kuat dengan barisan santri yang mengenakan sarung hijau, baju putih, dan peci putih. Penampilan mereka menjadi simbol kesederhanaan dan keteladanan khas santri salafiyah.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan Pondok Pesantren Nurul Qarnain, mulai dari siswa SD Nurul Qarnain hingga mahasantri Ma’had Aly, termasuk jenjang menengah dan perguruan tinggi. Barisan peserta berjalan dengan tertib dan teratur, mencerminkan kedisiplinan sekaligus kekompakan antar lembaga.

Seluruh jajaran pengurus pesantren dan dewan asatiz turut mendampingi prosesi kirab dari awal hingga akhir sebagai bentuk bimbingan dan keteladanan langsung kepada para santri.
Selain sebagai tradisi perayaan Hari Santri, kirab ini juga menjadi sarana memperkuat dan menyampaikan identitas dan simbol perjalanan dakwah pesantren dalam mengawal nilai-nilai keilmuan dan kebangsaan.

Antusiasme masyarakat di sepanjang jalan tampak tinggi. Banyak warga yang menyaksikan dan mendokumentasikan kirab sebagai wujud apresiasi serta dukungan terhadap kegiatan pesantren yang berlangsung setiap tahun.
Kirab Akbar ini menjadi penutup rangkaian peringatan Hari Santri Nasional di Pondok Pesantren Nurul Qarnain. Kegiatan berlangsung lancar dan khidmat sampai seluruh peserta kembali memasuki kawasan pesantren dengan selamat. (*)
———————————
Juru Berita: Wildan Miftahussurur
Editor: Fathorrozi


