Dalam sebuah keterangan disebutkan:
نية المؤمن خير من عمله
“Niat seorang yang beriman itu lebih baik dari pekerjaannya”
Ada banyak alasan kenapa niat baik itu lebih utama dari beramal baik, salah satunya yaitu karena niat itu bebas dari unsur riya’, atau sum’ah (ingin didengar orang lain) dan lain sebagainya, sebab niat tempatnya di hati, berbeda dengan amal baik yang potensi riya’-nya lebih besar, ini salah satu analisa kenapa niat melakukan kebaikan itu lebih baik.
Akan lebih bagus apabila niat yang baik itu diiringi dengan melakukan amal kebaikan, lebih-lebih menyambut Bulan Ramadan.
Syeikh an-Nawawi di dalam Kitab Irsyadul ‘Ibad halaman 45 menceritakan kisah seorang lelaki yang dosa-dosanya diampuni karena niat baiknya menghormati Bulan Ramadan. Berikut kisahnya,
وحكي عن بعض أهل العلم أنه قال: كان عندنا رجل اسمه محمد، وكان لا يصلي إلا قطعاً، فإذا دخل شهر رمضان زين نفسه بالثياب الفاخرة والطيب، ويصوم ويصلي ويقضي ما فاته. فقلت له في ذلك. فقال: هذا شهر التوبة والرحمة والبركة، عسى الله أن يتجاوز عني بفضله فمات فرأيته في المنام. فقلت له: ما فعل الله بك؟ قال: غفر لي لأجل حرمة شهر رمضان، غفر الله لنا ولجميع المسلمين.
Sebagian ahli ilmu bercerita, dulu di tempat kami ada seorang laki-laki yang bernama Muhammad, ia tidak pernah melakukan salat kecuali jarang-jarang, tetapi saat Ramadan tiba, ia menghias dirinya dengan pakaian yang mewah, memakai minyak wangi, lalu melakukan puasa dan mengqadla’ salat yang pernah ditinggalkannya dulu.
Melihat perubahan drastis pada diri Muhammad, tetangganya bertanya:
“Muhammad kenapa kamu melakukan semua ini? tumben sekali kau rajin beribadah biasanya kan salatmu bolong-bolong, dan hobi nongkrong, mengapa kamu melakukan itu?
Lalu Muhammad menjawab:
“Bulan ini adalah bulan taubat, bulan rahmat dan bulan berkat. Semoga saja Allah mengampuni dosa-dosaku dengan anugerah-Nya!”.
Setelah itu, Muhammad meninggal dunia, lalu aku melihatnya dalam mimpiku, aku bertanya kepada dia:
“Apa yang Allah perlakukan kepadamu wahai Muhammad?”
Muhammad menjawab:
“Allah mengampuni dosa-dosaku lantaran aku menghormati (datangnya) Bulan Ramadan”.
Dari sepenggal kisah tersebut di atas, marilah kita sambut datangnya Bulan Ramadan dengan riang gembira, sebab di bulan ini Allah membuka pintu taubat selebar-lebarnya bagi hamba-Nya yang mau bertaubat.
Semoga Ramadan ini lebih baik dari Ramadan sebelumnya, aamiin Allahumma aamiin!
Oleh: Asep Jamaludin Azzahied
Editor: M. Firmansyah


