Nurul Qarnain Gelar Isra Mikraj dengan Pengajian dan Selawat Bersama

Jember – Bertempat di Auditorium KH Yazid Karimullah, Pengurus Pondok Pesantren Nurul Qarnain, Baletbaru, Sukowono, mengadakan acara pengajian dan selawat bersama dalam rangka Memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad Saw., pada Jumat (17/2/23).

Acara tersebut dihadiri oleh Kiai M. Sukri Rifa’i, S.Pd., sekaligus sebagai penceramah. Acara yang dimulai pukul 20:00 WIB ini, diawali dengan gema selawat Nabi oleh Jamiyah Shalawat al-Wishol. Ketika seluruh santri sudah berkumpul, Ustaz M. Surul, S.Ag., sebagai master of ceremony mulai membacakan susunan acara.

Acara dibuka dengan pembacaan ummul Quran oleh raisul jalasah yang diikuti oleh semua santri. Dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh Dizky Meinanda Susanto. Lalu diteruskan dengan sambutan oleh Ustaz Sayid Abdullah, S.Ag., sebagai Pengurus Pondok Pesantren Nurul Qarnain. Dalam sambutannya, ia menyampaikan terimakasih kepada para panitia yang sudah menyukseskan acara tersebut. Tak lupa, ia juga memaparkan tujuan diadakannya acara tersebut untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada yang Maha Kuasa, juga untuk mengenal Nabi Muhammad Saw lebih jauh. Selain itu, ia mengingatkan kepada semua hadirin untuk membaca selawat ketika nama Rasulullah disebut.

“Rasulullah Saw., bersabda: ‘Orang yang sangat pelit adalah orang yang ketika namaku disebut, ia tidak mau membaca selawalat kepadaku,” ucap Ustaz Sayyid di depan seluruh hadirin, mengutip hadis.

Usai itu, dilanjutkan dengan ceramah agama oleh Kiai M. Sukri Rifa’i, S.Pd. Dalam ceramahnya beliau mengemukakan tentang peristiwa Isra wal Mikraj Nabi Muhammad Saw.

Dalam Isra Mikraj, Nabi Muhammad Saw melakukan perjalanan yang sangat luar biasa yang tidak bisa dipercaya dengan akal. Namun, bisa dipercaya dengan iman. Peristiwa tersebut jatuh pada tanggal 27 Rajab tahun 621 Hijriah. Malam itu Rasulullah Isra, yaitu perjalanan dari Masjid al-Haram ke Masjid al-Aqsa dengan jarak tempuh 1.500 km. Waktu itu, Nabi Muhammad Saw menaiki kendaraan yang bernama Buraq, hewan putih yang besar dan bersayap. Sekali melangkah kecepatannya tidak bisa diukur dengan apapun, sebab 0,00 perdetik. Nabi Saw ditemani malaikat Jibril dan malaikat Israfil.

Kiai M. Sukri Rifa’i, S.Pd., saat menyampaikan ceramah agama

Sedangkan Mikraj adalah perjalanan Nabi Saw dari Masjid al-Aqsa ke Sidrat al-Muntaha, yang setiap perjalanan tersebut Nabi Muhammad Saw bertemu dengan nabi-nabi lain di setiap lapisan langit sampai pada langit ketujuh. Peristiwa Isra dan Mikraj ini merupakan dua peristiwa yang berbeda. Namun, karena peristiwa itu terjadi pada satu waktu yang bersamaan, maka disebutlah Isra Mikraj.

“Isra Mikraj ini adalah perjalanan Rasulullah menjadi manusia yang sempurna. Sebelum bertemu Allah, dada Rasulullah dibedah, kotorannya diambil diganti dengan emas dan dicuci dengan air zam-zam. Untuk mempercayai peristiwa ini tidak butuh rumus fisika, sebab dalam ilmu fisika manusia yang melakukan perjalanan dengan jarak tempuh secepat mata berkedip, badannya akan hancur berkeping-keping. Tapi, Rasulullah tidak. Oleh karenanya, tidak butuh rumus, tetapi butuh iman,” ungkap beliau.

Selain menyampaikan tentang peristiwa Isra Mikraj, beliau juga menyinggung soal orang muslim yang mempunyai hutang puasa.

“Mati fasik bagi orang yang mempunyai hutang puasa,” ujarnya di depan hadirin.

Beliau menyarankan kepada seluruh hadirin untuk segera melunasi hutang-hutang puasa Ramadhan, karena sebentar lagi bulan Ramadhan akan tiba.

Beliau juga menjelaskan terkait pentingnya ilmu. Manusia yang berharga adalah manusia yang berilmu. Namun, ilmu tersebut juga harus bermanfaat.

“Punya ilmu, tapi tidak punya akhlak, maka seperti pelakor dalam hubungan orang lain,” ucapnya.

Acara yang selesai pukul 22:30 WIB ini ditutup dengan doa oleh Ustaz Malik Ibrahim, S.Pd., dan selawat bersama oleh Jamiyah Shalawat al-Wishol. (*)

=====================

Pewarta: Fita Lalia

Editor: Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *