Pengasuh Baiat Pengurus Pondok Pesantren Nurul Qarnain untuk Lanjutkan Estafet Pengabdian

JEMBER_nurulqarnain.net – Semangat pengabdian dan kelangsungan estafet kepengurusan menjadi sorotan dalam acara Baiat Pengurus Pondok Pesantren Nurul Qarnain yang digelar di Aula Nyai Hj. Halimatuz Zakiyah, Kamis malam (10/07/2025) selepas Isya dengan jumlah 150 lebih pengurus yang dibaiat. Mereka terdiri dari pengurus harian, ketua kamar hingga pengurus pondok yang berasal dari para dewan guru dan alumni.

Acara sakral ini tidak sekadar seremonial pengangkatan tenaga teknis operasional kepengurusan, tetapi merupakan bentuk syukur kolektif atas keberlanjutan perjuangan pesantren. Pengasuh Pondok Pesantren, KH. Yazid Karimullah, menyampaikan taujihat penuh makna yang menggugah semangat para pengurus baru.

“Ini merupakan bentuk nikmat dari Allah, karena tenaga kepengurusan ini berlanjut, tanpa harus saya turun tangan sendiri untuk menunjuk masing-masing,” ungkap beliau.

Menurut Kiai Yazid, hakikat syukur bukan hanya diucapkan, melainkan dirasakan dan dijalani melalui tindakan nyata dalam mengabdi dan berkhidmat. Dalam pengarahannya, beliau menegaskan kembali niat awal mendirikan pondok sebagai bagian dari meneruskan jejak perjuangan para guru dan Rasulullah.

“Saya dari awal mendirikan pesantren tahun 1968 tidak pernah punya rasa ingin memiliki santri dengan cara meminta atau mencari. Semua murni karena Allah, bukan untuk menerima imbalan materi. Maka, keikhlasan ini yang perlu diterapkan oleh para pengurus untuk menjadi modal utama dalam menjemput rida Allah.”

“Kalian para pengurus harus benar-benar ikhlas dalam menjalani amanah ini, karena janji Allah, pasti Dia yang akan membalas,” tambah beliau.

Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa keberhasilan bukanlah soal seberapa banyak yang kita miliki, tetapi seberapa kuat niat dan pengorbanan yang kita beri. Keberanian, kekuatan, dan pengorbanan menjadi syarat menuju sukses hakiki, baik secara ekonomi, sosial, pendidikan, maupun spiritual.

“Suatu kesuksesan harus dimodali dengan keberanian, kekuatan, dan pengorbanan. Jika ingin sampai ke tujuan, ya teruslah berjalan. Jangan tolah-toleh kanan-kiri apalagi berhenti. Kalau berhenti, berarti kalah dengan nafsu,” nasihat beliau yang disambut hening penuh khidmat para pengurus putra dan putri.

Kiai Yazid juga menggarisbawahi dua kriteria utama yang harus dimiliki oleh para pengurus, yakni berpikir dan berzikir. Keduanya menjadi fondasi agar kepengurusan tidak hanya kuat secara administratif, tetapi juga bernilai ibadah di hadapan Allah.

“Berpikir, berzikir, dan juga harus fatanah (cerdas),” sambung beliau sambil menekankan pentingnya ketajaman hati dan kecerdasan akal dalam mengurus lembaga pendidikan Islam.

Kiai Yazid juga membagikan petuah-petuah yang berasal dari keteladanan para ulama terdahulu. Salah satunya adalah pesan dari KHR. As’ad Syamsul Arifin.

“Jangan sampai ada ketergantungan kepada orang lain,” tutur beliau sebagai pengingat pentingnya kemandirian dalam berjuang.

Tidak hanya itu, Kiai Yazid juga menyampaikan pesan moral yang khas dan mendalam, “Jika menjadi lelaki, jadilah lelaki sejati. Jika menjadi perempuan, jadilah perempuan sejati.”

Dalam kesempatan yang sama, Ketua ISNUQ (Ikatan Santri Nurul Qarnain) Pusat, Ust. H. Nurul Bari, S.Pd.I., turut hadir dan memberi dukungan penuh atas proses regenerasi kepengurusan ini. Kehadiran ISNUQ menandakan kolaborasi lintas angkatan santri dalam menopang keberlangsungan sistem pendidikan di pesantren.

Acara ditutup dengan pembaiatan satu demi satu para pengurus pesantren oleh pengasuh dengan pemberian Surat Keputusan (SK) secara bergilir. Melalui pembaiatan ini, diharapkan para pengurus baru tidak hanya mengemban tanggung jawab struktural, tetapi juga membawa misi suci, yaitu menjaga warisan ilmu, memperkuat nilai-nilai perjuangan Rasulullah, dan membumikan pengabdian sebagai ibadah. (*)

—————————————

Pewarta: Shulton A. & Wildan Ms.

Editor: Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *