Sambut Santri Putri dengan Halalbihalal, Ning Zulfa Ajak Tata Niat untuk Ngaji dan Mengabdi

JEMBER_nurulqarnain.net – Mengawali kembali kegiatan setelah libur panjang, Pengurus Daerah Putri Pondok Pesantren Nurul Qarnain menyelenggarakan acara Silaturahmi dan Halalbihalal yang penuh kehangatan dan makna. Kegiatan yang bertempat di Auditorium KH. Yazid Karimullah pada Kamis malam Jumat, (10/04/2025) ini dihadiri oleh seluruh santriwati dan menghadirkan Ning Hj. Zulfa Yazid sebagai penyampai tausiah sekaligus motivasi spiritual selama satu tahun ke depan.

Acara ini menjadi penanda kembalinya para santriwati ke lingkungan pesantren setelah 45 hari menikmati masa Libur Ramadan di rumah masing-masing. Dalam tausiah pembukanya, Ning Zulfa, sapaan akrab beliau, mengajak seluruh santriwati untuk kembali menata niat dan hati dalam menuntut ilmu di pesantren.

“Selama 45 hari kalian sudah mendapat waktu untuk berkhidmat kepada orang tua. Sekarang, tidak perlu lagi merindukan rumah. Kembalilah ke pesantren untuk ngaji dan mengabdi,” ujar beliau dengan penuh kelembutan namun tegas.

Ning Hj. Zulfa Yazid saat menyampaikan tausiah pada acara Silaturahmi dan Halalbihalal Dewan Pengasuh Bersama Pengurus dan Santri Putri
Ning Hj. Zulfa Yazid saat menyampaikan tausiah pada acara Silaturahmi dan Halalbihalal Dewan Pengasuh Bersama Pengurus dan Santri Putri

Beliau pun sempat menyelipkan canda bahwa selama liburan, rasa rindunya kepada para santriwati sangatlah besar. Suasana hangat terasa memenuhi ruangan, seolah menjadi pelepas rindu antara guru dan santri.

Tak hanya itu, dalam nasihatnya, Ning Zulfa juga menekankan pentingnya akhlak dan ilmu sebagai pondasi utama bagi seorang perempuan, terutama santriwati.

“Saat kembali ke pesantren di depan asrama sudah banyak tulisan, itu kalian tanam dan amalkan, karena perempuan yang berkualitas adalah yang berilmu. Karena perempuan kelak akan menjadi sekolah pertama bagi anak-anaknya,” tambah beliau.

Beliau juga menegaskan agar para santri memiliki buku catatan untuk menulis dawuh-dawuh guru sebagai pegangan serta kenangan selama berada di pondok.

“Kalau ada dawuh dari guru, kalian itu catat di buku. Saya punya buku catatan selama masih mondok dan itu ada hingga sekarang. Agar nanti kalian itu bisa buka dan jadi pegangan hidup,” lanjut beliau.

“Yang bisa mengangkat derajat seseorang adalah ilmu. Dan harga diri seseorang adalah akhlaknya,” imbuhnya.

Beliau juga menegaskan bahwa belajar adalah proses yang tidak pernah selesai, bahkan setelah lulus dari pesantren. Seorang santri tetaplah santri, di mana pun ia berada.

“Jadikan pulang kemarin sebagai waktu untuk berkhidmat. Sekarang saatnya kembali fokus. Jangan kecewakan orang tua kalian dengan bermain-main di pondok. Mari kita bahagiakan mereka dengan kesungguhan kita dalam belajar, dan kita berkaca terhadap kekurangan di tahun kemarin, mari kita perbaiki di tahun sekarang,” pungkasnya.

Acara ini diakhiri dengan harapan agar para santriwati mampu menjadi penerus perjuangan para guru dengan semangat baru, niat yang diperbarui, serta tekad yang semakin kuat dalam mengabdi dan menuntut ilmu yang berkah. (*)

—————————————-

Pewarta: Wildan Miftahussurur

Editor: Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *