Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antar SPM serta memberikan wawasan dan pengalaman dalam tata kelola pendidikan muadalah. Rombongan dari kedua SPM disambut dengan hangat oleh para Umana’ SPM Nurul Qarnain yang telah mempersiapkan acara ini jauh hari sebelumnya.
Kegiatan ini dimulai pada pukul 09.00 WIB dengan sambutan dari Ustaz Mohammad Firmansyah, Koordinator Forum Komunikasi Pesantren Muadalah (FKPM) Salafiyah Jawa Timur. Dalam sambutannya, ia mengucapkan selamat datang kepada kedua SPM baru serta memberikan arahan mengenai mekanisme koordinasi dan peran penting FKPM dalam mendukung keberlangsungan SPM.
Selanjutnya, Gus Rofiq Anwari, Kepala SPM MHI, menyampaikan harapan agar mendapatkan bimbingan dan arahan dalam mengelola SPM yang masih dalam tahap awal. Harapan serupa juga disampaikan oleh Ustaz Farhan Hadi, perwakilan dari SPM Madinatul Ulum, yang menekankan perlunya pendampingan dalam berbagai aspek pengelolaan pendidikan muadalah.

Sesi utama dalam kegiatan ini adalah pemaparan materi oleh Ustaz Muhammad Muslim, yang menjelaskan profil serta sistem tata kelola di SPM Nurul Qarnain sebagai gambaran singkat pengelolaan SPM. Selain itu, dalam kapasitasnya sebagai Koordinator FKPM Kabupaten Jember, ia juga menekankan pentingnya partisipasi aktif dari SPM baru dalam berbagai kegiatan serta mendorong keterbukaan dalam mencari solusi atas kendala yang dihadapi di kemudian hari.
Acara dilanjutkan dengan sesi dialog interaktif, di mana para peserta diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi mengenai berbagai aspek pengelolaan SPM. Kepala Muadalah Tsanawiyah Nurul Qarnain, Ustaz Zaenol Hasan, turut memberikan tanggapan dan menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan. Selain itu, Ustaz Muhammad Lutfi dan Ustaz Junaidi, yang fokus pada bidang kurikulum, berkesempatan menjelaskan standar minimal serta batasan kurikulum yang harus diterapkan di SPM Salafiyah.
Sebagai penutup, Ustaz Mamar Sauki, Kepala Muadalah Aliyah Nurul Qarnain yang sedari awal bertugas sebagai pemandu acara menyampaikan strategi efektif dalam penjaringan santri baru, dengan menekankan pentingnya membangun kualitas santri sejak awal. Menurutnya, promosi berbasis prestasi merupakan salah satu cara terbaik untuk meningkatkan daya tarik SPM di masyarakat.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan SPM baru dapat memperoleh wawasan yang lebih luas dalam mengelola pendidikan muadalah, sehingga mampu berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar dalam dunia pesantren. (*)
——————————-
Pewarta: Muhammad Muslim
Editor: Fathorrozi


