Seminar yang bertempat di Auditorium KH. Yazid Karimullah ini diawali pembukaan oleh moderator, Halili, yang merupakan Kader Bangsa Indonesia Angkatan ke-9. Dilanjutkan sambutan oleh KH. Yazid Karimullah selaku Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan rasa syukur karena acara Seminar Nasional tersebut bisa terlaksana di Nurul Qarnain. Beliau berharap seminar ini bisa membawa manfaat. <a href=”https://whanjeab666.com/”>เว็บสล็อต</a>
Kunjungan Bapak Dimas Oky Nugroho, PhD dalam mengisi acara Seminar Nasional ini merupakan pertama kalinya di Pondok Pesantren Nurul Qarnain. Setelah keliling kota dan beberapa kampus di kabupaten Jember, Nurul Qarnain merupakan pesantren pertama yang dikunjungi SATGAS (Satuan Tugas) Sosialisasi Undang-Undang Cipta Kerja. Di awal seminar, ia menceritakan bagaimana Bapak Ir. Joko Widodo yang merupakan jebolan dari Kader Bangsa angkatan ke-5 menjabat sebagai presiden.
Di tahun 2019 Bapak Dimas pindah ke kantor Micro Perekonomian. Di kantor perekonomian itu, ia didorong untuk berwirausaha. Kewirausahaan hari ini sangat ditekankan agar anak-anak muda bisa berkecipung menjadi wirausaha-wirausaha muda.
“Jadi, jangan hanya berpikir kalau sudah tamat kuliah, sekolah, tamat study itu, cuma menjadi PNS, kerja di bank, atau industri. Bukan hanya itu, namun pemerintah menganjurkan kalian anak muda untuk menjadi entrepreneur atau menjalanlan UMKM di sektor pendidikan, di sektor teknologi digital, di sektor kuliner, atau di sektor wisata. Peluangnya banyak sekali, bahkan hari ini anak-anak muda banyak yang menjadi youtuber. Kalian boleh menjadi apapun, yang penting membawa kebaikan pada diri kita sendiri, keluarga kita, lingkungan sekitar dan juga orang banyak. Semua itu tergantung kalian semua, pemerintah hanya menfasilitasi,” ungkapnya.
Pemerintah pada saat ini sudah menjalankan untuk menuju Indonesia maju agar cita-cita dari anak-anak muda bisa terwujud. Ia menyampaikan tidak apa menjadi ASN, polisi, tentara, atau banker, namun bisa juga menjadi wirausaha-wirausaha. Untuk itu, pemerintah menggulirkan Undang-Undang Cipta Kerja. Undang-Undang ini bertujuan untuk memudahkan anak-anak muda yang ingin mendirikan usaha secara mandiri, agar dimudahkan perizinannya, sertifikasi halalnya, dan meningkatkan keterampilan kerja tentang kemitraan.
“Kemitraan ini harus dikawal oleh anak-anak muda supaya berjalan dan bermanfaat untuk orang lain dan bermanfaat untuk anak-anak muda. Banyak yang menolak dan kotroversi itu biasa. Selalu ada pro dan kontra, tapi hal ini juga adanya dari sosialisai,” imbuhnya.
Indonesia merupakan negara yang kaya raya, sumber daya alamnya sangat banyak, namun manusianya harus diperkuat dan ditingkatkan melalui pendidikan dan jalur peningkatan keterampilan, serta selalu aktif dalam mencari jalan untuk meningkatkan SDM.
“Satu sisi disediakan oleh sekolah, melalui pondok pesantren. Dan diri sendiri pun harus aktif dalam peningkatan keterampilan. Antara lain melalui internet dan media sosial. Jadi, media sosial jangan digunakan untuk yang sifatnya happy-happy saja, tetapi carilah informasi yang baik untuk bisa mendapatkan peningkatan kapasitas diri, atau cari beasiswa. Seperti saya, S2 di Inggris, S3 di Australia, itu dapat infonya dari internet. Namun, semua itu juga berkat dari doa orangtua dan guru. Saya doakan kalian semua bisa sekolah di sekolah terbaik, kalau bisa di luar negeri. Semoga sukses,” pungkasnya.
Seminar ini ditutup dengan doa oleh KH. Badrut Tamam, M.H.I, serta diakhiri salam oleh moderator.
———————————————–
Pewarta: Fita Lalia
Editor: Fathorrozi


