“Saya bersyukur karena sampean datang untuk memohon izin putra-putrinya dibawa kembali pulang ke rumah. Artinya, sampean menyadari bahwa anak ini adalah amanah yang dulu pernah dititipkan kepada saya selaku khadimul ma’had. Anak ini pemberian sekaligus amanah dari Allah, maka kita kelak akan ditanya di Mahsyar atas amanah ini,” tegas beliau di hadapan para wali santri.

Beliau menyampaikan pula bahwa ketika orang tua menyerahkan anaknya ke pesantren, hal tersebut merupakan bentuk rasa takut akan tanggung jawab besar sebagai orang tua yang kemudian dilimpahkan ke pihak pesantren.
“Karena sampean takut dituntut, maka dialihkan ke saya. Ini bukan perkara ringan. Ini tanggung jawab dunia akhirat yang akan ditanyakan kepada saya,” ujar beliau.
Selain itu, pada kesempatan tersebut Kiai Yazid juga menekankan pentingnya pendidikan diniyah bagi santri. Menurut beliau, banyak santri tidak lulus madrasah bukan karena tidak mampu, tapi karena kurangnya kesadaran terhadap pentingnya ilmu agama.
“Di pondok itu belajar ilmu agama. Diniyah itu ruh pesantren. Itulah tujuan saya mendirikan pesantren, yakni untuk mencerdaskan putra-putri sampean dengan ilmu agama,” tambah beliau.
Beliau juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mencari santri.
“Yang datang ke sini itu atas kehendak Tuhan. Kalau saya terima, maka tanggung jawab saya besar. Oleh karena itu, saya agak mempersulit santri keluar atau pulang dari pesantren, agar paham betapa besarnya amanah ini,” jelas beliau.

Dalam menutup arahannya, Kiai Yazid menyoroti pentingnya membangun generasi salih sebagai investasi akhirat.
“Kalau kita meninggal dunia, tidak ada yang menambah amal, kecuali tiga perkara: amal jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak salih yang mendoakan. Maka, jagalah baik-baik putra-putri sampean saat berada di rumah nanti.”
Beliau menegaskan bahwa doa anak salih sangat berbeda nilainya dibandingkan doa orang lain.
“Istigfarnya anak sendiri itu luar biasa. Masak sampean siap masuk neraka? Maka, mari persiapkan akhirat kita sejak sekarang dengan mendidik anak kita dengan cara yang benar.”
Sebelum wali santri kembali pulang, Kiai Yazid meminta mereka untuk berdoa terlebih dahulu di makbarah keluarga pesantren.
“Untuk terakhir, saya minta sampean semua berdoa di makbarah keluarga. Doa itu penting, sebelum putra-putri sampean benar-benar kembali ke rumah masing-masing.” (*)
——————————————-
Reporter: Wildan Ms.
Editor: Fathorrozi


