Penutupan ditandai dengan pemberian cenderamata oleh Koordinator Forum Bahtsul Masail U-17 Nasional, Dr. KH. M. Kholil Abdul Jalil, M.Pd., kepada sejumlah perwakilan delegasi pesantren dari luar daerah. Salah satunya perwakilan Pondok Pesantren Nurul Cholil, Bangkalan, Madura.
Dalam sambutannya, KH. Kholil menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai. Beliau menyebut para peserta telah menyelesaikan tugas pembahasan dan menjawab berbagai persoalan dengan merujuk pada khazanah keilmuan ulama.

“Alhamdulillah, kita semua telah menyelesaikan tugas-tugas dan menjawab berbagai permasalahan dengan teliti serta sesuai dengan ketentuan dan nilai-nilai yang terkandung dalam kitab-kitab klasik karya ulama terdahulu maupun kitab-kitab karya ulama kontemporer,” tutur KH. Kholil.
Beliau juga memberikan apresiasi kepada KH. Badrut Tamam atau Gus Tamam yang dinilai memiliki peran besar dalam menyukseskan pelaksanaan Bahtsul Masail U-17 Nasional X di Nurul Qarnain. Apresiasi tersebut juga disampaikan kepada Ning Hj. Zulfa Yazid yang turut terlibat dalam persiapan fasilitas bagi para peserta dan tamu.
“Gus Tamam berperan besar terhadap suksesnya acara ini, karena beliau dan istrinya, Ning Hj. Zulfa Yazid, turun langsung dalam menyiapkan fasilitas-fasilitas untuk para tamu yang hadir pada acara Bahtsul Masail ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut, KH. Kholil menekankan bahwa Bahtsul Masail tidak berhenti pada pencarian makhraj atau hasil keputusan forum. Menurutnya, hal yang lebih penting adalah kemampuan peserta menggunakan bekal keilmuan pesantren untuk menjawab persoalan yang benar-benar dihadapi masyarakat.

“Yang terpenting, hasil dari Bahtsul Masail ini bukanlah makhraj, akan tetapi bagaimana kalian bisa menjawab pertanyaan di masyarakat dengan jawaban yang sesuai dengan ketentuan hukum-hukum yang ada di dalam kitab-kitab karya ulama,” jelasnya.
KH. Kholil juga meminta para peserta menjadikan forum tersebut sebagai ruang untuk memperluas wawasan tentang keilmuan kepesantrenan dan khazanah ulama.
“Intinya adalah belajar untuk menyelesaikan permasalahan yang dialami oleh masyarakat,” lanjut KH. Kholil.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan rencana penyelenggaraan Bahtsul Masail U-17 Nasional khusus putri. Agenda tersebut, menurut beliau, direncanakan menjadi penyelenggaraan perdana untuk kategori putri.

“Insya Allah, bulan Desember mendatang akan diadakan Bahtsul Masail U-17 Nasional perdana untuk putri, dan itu akan menjadi kali pertama diadakannya. Insya Allah tahun depan akan diselenggarakan antara di Situbondo, Banyuwangi, atau Probolinggo,” imbuhnya.
Rangkaian penutupan kemudian diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Gus Moh. Nardla Hasan, M.Ag., Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Nurul Amin, Banyuwangi.
Bahtsul Masail U-17 Nasional X di Nurul Qarnain mempertemukan santri dari sejumlah pesantren untuk membahas persoalan dengan pijakan kitab-kitab ulama. Setelah forum berakhir, para peserta membawa bekal pembahasan dan pengalaman keilmuan untuk terus diperdalam dalam lingkungan pesantren masing-masing. (*)
——————————————
Pewarta: Sulthon Arafat
Editor: Fathorrozi


