Santri dari Berbagai Daerah Berkumpul di Nurul Qarnain dalam Bahtsul Masail U-17 Nasional X

JEMBER | nurulqarnain.net – Pondok Pesantren Nurul Qarnain untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah Bahtsul Masail U-17 Nasional X. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium KH Yazid Karimullah, Pondok Pesantren Nurul Qarnain, pada Ahad (4/10/2026), dan diikuti perwakilan sejumlah pesantren dari berbagai daerah.

Peserta datang dari berbagai wilayah, di antaranya Pondok Pesantren Nurul Cholil Bangkalan, Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo, serta sejumlah pesantren dari Bali dan daerah di luar Pulau Jawa.

Bahtsul Masail U-17 Nasional menjadi ruang bagi para santri untuk mengasah kemampuan berdiskusi dan menyampaikan argumentasi secara ilmiah. Peserta tidak hanya dituntut berani menyampaikan pendapat, tetapi juga memiliki penguasaan kaidah keilmuan dan kemampuan menyampaikan argumentasi secara terstruktur.

Dalam kegiatan tersebut, Ust. Muhammad Hamdi, M.Pd., bertugas sebagai MC sekaligus moderator. Tim perumus terdiri atas Ust. Ahmad Syahroni, M.Ag., Ust. Mamar Syauqi, M.Ag., dan Gus Ahmad Shafa Uzzad, M.Ag., serta Ust. Romsi Hairi, M.Ag., dari Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo.

Posisi mushohih ditempati Gus Jamil Khan, S.E., Gus Rawakid Siddiq, S.Pd.I., dan Dr. Muhammad Firmansyah, M.H., M.Pd. Sementara notulen diisi oleh Ust. Ikhwan Dafi, S.F.U., dan Ust. Muhammad Latif, S.F.U.

Masyayikh yang turut hadir pada acara Bahtsul Masail U-17 itu, di antaranya Dr. KH. M. Kholil Abdul Jalil, M.Pd., KH. Badrut Tamam, S.Pd.I., S.I.F., M.H.I., serta Ust. Nurus Shodiq, M.Pd., Kepala Madrasah I’dadiyah Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo.

Pembukaan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Ridho Firmansyah, siswa Madrasah I’dadiyah Nurul Qarnain.

Sambutan pertama disampaikan oleh KH. Badrut Tamam, S.Pd.I., S.I.F., M.H.I., selaku Wakil Pengasuh III Bidang Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Qarnain sekaligus Ketua Pelaksana Bahtsul Masail U-17 Nasional ke-10. Beliau menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta, segenap official, dan masyayikh yang telah hadir.

“Terima kasih yang sangat besar kepada para peserta, official, dan masyayikh yang hadir pada acara tahunan kita. Kami, Pondok Pesantren Nurul Qarnain, berkesempatan dengan hormat menjadi tuan rumah BM U-17 Nasional X,” tutur beliau.

KH. Badrut Tamam juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat sesuatu yang kurang sempurna pada pelaksanaan kegiatan. Beliau kemudian memperkenalkan secara singkat keberadaan Pondok Pesantren Nurul Qarnain kepada para peserta dan tamu undangan.

Sementara itu, Dr. KH. M. Kholil Abdul Jalil, M.Pd., selaku Koordinator Forum Bahtsul Masail U-17 Nasional menyebut pelaksanaan Bahtsul Masail U-17 Nasional ke-10 sebagai nikmat besar yang patut disyukuri. Beliau juga memberikan apresiasi kepada KH. Badrut Tamam dan Ning Hj. Zulfa Yazid, S.Sos.I., M.Pd., yang terlibat langsung dalam persiapan kegiatan.

“Terselenggaranya acara BM U-17 Nasional X ini merupakan nikmat yang sangat besar yang patut untuk sangat dinikmati dan disyukuri,” ungkap KH. Kholil.

Beliau juga melontarkan apresiasi dengan menyebut KH. Badrut Tamam dan Ning Hj. Zulfa Yazid sebagai pihak yang turun langsung menyiapkan pelaksanaan kegiatan.

“Yang menyiapkan semua pada acara yang semewah ini adalah KH. Badrut Tamam dan Ning Hj. Zulfa Yazid. Beliau berdua langsung turun tangan. Dan saya bisa sebut beliau adalah CEO yang menyamar,” ujarnya.

KH. Kholil kemudian menjelaskan perjalanan Bahtsul Masail U-17 yang berdiri sejak 2016. Pada awalnya, kegiatan tersebut dilaksanakan secara eksternal di lingkungan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo. Seiring waktu, agenda tersebut berkembang menjadi kegiatan anjang sana antarpesantren hingga pelaksanaan ke-10 digelar di Pondok Pesantren Nurul Qarnain.

Dalam sambutannya, KH. Kholil juga mengingatkan peserta mengenai pentingnya penguasaan ilmu dasar sebelum memasuki perdebatan ilmiah. Dengan mengutip keterangan dalam kitab Minhajul Muta’allim, beliau menjelaskan pentingnya penguasaan nahwu dan sharaf sebagai bekal awal dalam memahami pembahasan fikih secara lebih mendalam.

Beliau juga menyampaikan kisah masyhur dari Imam Ibnu A’rabi sebagai bagian dari pengantar dan penguatan semangat keilmuan para peserta.
Rangkaian pembukaan ditutup dengan doa yang dipimpin Ust. Nurus Shodiq, M.Pd. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sesi inti Bahtsul Masail U-17 Nasional ke-10. (*)

—————————————

Pewarta: Sulthon Arafat
Editor: Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *