Ketua Umum Tanfidziyah ISNUQ, Ust. Ahmad Sanusi, M.Pd., menjelaskan bahwa ISNUQ merupakan wadah yang menaungi seluruh santri Nurul Qarnain. Menurutnya, keanggotaan ISNUQ tidak berhenti pada status sebagai peserta didik yang masih berada di pesantren.
“ISNUQ itu adalah singkatan dari Ikatan Santri Nurul Qarnain. Jadi, semua santri yang ada di Nurul Qarnain itu adalah anggota ISNUQ. Kenapa tidak alumni? Karena pengasuh, KH. Yazid Karimullah, ingin semua santri selamanya menjadi santri,” jelas Ustaz Ahmad Sanusi.

Ia menyampaikan, gagasan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ikatan yang tetap terhubung dengan pesantren. Para santri diharapkan memiliki ruang untuk berorganisasi, berkomunikasi, dan melanjutkan hubungan dengan almamater setelah menyelesaikan pendidikan.
Dalam pengembangan organisasi, Ustaz Ahmad Sanusi menyebut IKSASS (Ikatan Santri Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo) sebagai salah satu rujukan.
“Kita berkaca kepada IKSASS, Ikatan Santri Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, yang sudah sangat besar dan berdiri kurang lebih 38 tahun. Insya Allah kita akan seperti itu,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Ust. M. Lutfi, menjelaskan bahwa ISNUQ akan menyiapkan kepengurusan yang melibatkan santri yang masih aktif di pesantren. Kepengurusan tersebut nantinya menjadi bagian dari pengembangan berbagai kegiatan organisasi.

“Nanti kita akan bentuk Pengurus ISNUQ Istimewa dari jajaran santri yang masih aktif di pesantren. Nanti kita bisa mengadakan berbagai kegiatan besar di pesantren, terutama nanti ketika sudah keluar, menjadi alumni,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan struktur kepengurusan ISNUQ yang disusun secara berjenjang, mulai dari tingkat pusat, rayon, hingga subrayon. Penjelasan mengenai struktur tersebut menjadi salah satu materi dalam sosialisasi kepada para peserta.
Sosialisasi ini sekaligus menjadi tahapan awal menuju Pendidikan Dasar Organisasi (PDO) ke-I ISNUQ yang akan dilaksanakan pada 10-11 Oktober 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “Membentuk Kader Santri yang Berintegritas, Berwawasan Organisasi, Berjiwa Kepemimpinan, dan Memiliki Militansi dalam Pengabdian.” (*)
—————————————
Pewarta: Wildan Miftahussurur
Editor: Fathorrozi


