Di tengah padatnya agenda, termasuk jadwal resmi di UIN Sunan Ampel Surabaya pada keesokan harinya, ulama besar generasi ke-23 Syaikh Abdul Qadir al-Jailani itu tetap menyempatkan diri menghadiri majelis tersebut, untuk bersama ribuan santri dan jamaah memuliakan Rasulullah SAW.
Syaikh Prof. Dr. Muhammad Fadhil al-Jilani dikenal luas di dunia Islam. Lahir di Turki tahun 1954, beliau menempuh pendidikan tinggi di bidang syariah hingga meraih gelar doktor filologi. Sejak 1978, ia berkelana ke berbagai negara, meneliti manuskrip di perpustakaan-perpustakaan besar dunia demi menelusuri jejak karya agung leluhurnya.

Dan tadi malam, beliau menyerahkan sebuah hadiah berharga kepada Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain, yaitu Kitab Tafsir al-Jailani. Manuskrip langka karya Syaikh Abdul Qadir al-Jailani ini sempat hilang selama berabad-abad, sebelum akhirnya ditemukan kembali oleh Syaikh Fadhil saat melakukan penelitian di berbagai perpustakaan internasional. Salah satu momen penting adalah saat beliau menjumpai manuskrip tersebut di Perpustakaan Vatikan, di tengah negeri dengan mayoritas non-Muslim.
Dalam sambutannya, Ibu Gubernur Jawa Timur menyampaikan kekagumannya pada sosok Syaikh Fadhil yang dikenal tekun dan cinta ilmu. Puluhan kitab telah beliau hasilkan, dan hal itu menjadi teladan bagi para santri untuk menumbuhkan semangat belajar.

Tak hanya menghadiahkan kitab, Syaikh Fadhil juga mengijazahkan kepada seluruh jamaah bacaan shalawat yang masyhur dari Syaikh Abdul Qadir al-Jailani:
“Allahumma shalli wasallim ‘ala Sayyidina Muhammad, wa ‘ala ali Sayyidina Muhammad” yang dianjurkan untuk dibaca sebanyak 313 kali setiap hari.
Malam Maulid Nabi di Pondok Pesantren Nurul Qarnain itu pun tercatat sebagai malam yang penuh makna. Sebuah manuskrip yang hilang selama lebih dari 800 tahun kini kembali, dihadiahkan kepada pesantren sebagai simbol keberlanjutan sanad ilmu dan cahaya dakwah Islam.
Bagi para santri, momen tersebut tidak hanya sekadar menerima sebuah kitab, melainkan menerima pesan berharga, bahwa cinta ilmu adalah jalan menuju kemuliaan, dan cahaya Rasulullah SAW akan senantiasa terjaga melalui para pewarisnya. (*)
———————————–
Pewarta: Muhammad Muslim
Editor: Fathorrozi


