Dalam amanatnya, Ketua Dewan Pendidikan Nurul Qarnain menegaskan bahwa kalender pendidikan yang dipakai di pesantren mengikuti kalender hijriah.
“Apel ini diadakan sebagai permulaan dari rangkaian-rangkaian kegiatan lain yang akan kita lakukan di tahun ajaran baru ini. Mengapa kita masuk lebih awal? Karena kalender pendidikan kita mengikuti kalender hijriah, bukan kalender masehi yang biasa digunakan di sekolah-sekolah umum di luar pesantren.”
“Lembaga pendidikan umum di luar pesantren ketika bulan Ramadan mereka masuk sampai tanggal 21 Ramadan, sedangkan kita libur total mulai 10 hari menjelang Ramadan sampai 10 Syawal. Inilah yang menjadi alasan kenapa lembaga-lembaga yang ada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Pondok Pesantren Nurul Qarnain menggunakan kalender hijriah, bukan menggunakan kalender umum,” sambung beliau.
Pada kesempatan itu juga, Ning Hj. Zulfa Yazid selaku pembina apel di daerah putri menyampaikan kepada seluruh siswi dan dewan guru putri di bawah naungan Pondok Pesantren Nurul Qarnain untuk kembali menata niat, yakni niat untuk belajar atau pun mengajar, niat mengabdi serta untuk mencari rida Allah SWT.

“Siapa yang menghendaki kehidupan dunia, maka harus disertai dengan ilmu. Dan siapa yang menghendaki kehidupan akhirat, juga harus dengan ilmu. Tidak ada kesenangan hidup kecuali setelah bersusah payah, dengan totalitas belajar. Karena hasil yang kita peroleh bergantung pada usaha yang kita lakukan,” tutur Ning Zulfa dalam amanatnya.
“Pemuda hari ini adalah pemimpin di masa yang akan datang. Hari ini bukan masa kalian, saat ini kalian mempersiapkan diri, membentuk diri, menempa diri untuk masa yang akan datang,” tambah beliau.
Selain itu, beliau juga menuturkan tentang tiga totalitas yang harus dimiliki oleh seorang pencari ilmu bergelar santri. Pertama, totalitas dalam belajar agar bisa memiliki ilmu yang mumpuni. Kedua, seorang santri harus totalitas dalam mengabdi agar ilmu yang didapat menjadi berkah. Dan ketiga, totalitas dalam mentaati peraturan pesantren agar ilmunya bermanfaat.
“Jika tiga totalitas itu mampu kalian laksanakan dengan baik, maka umur kalian akan menjadi umur yang berkah dan manfaat. Selain itu, berdoalah, mintalah umur yang berkah kepada Allah. Jangan meminta usia yang panjang, umur yang panjang. Sebab buat apa usia panjang jika tidak bisa memberikan manfaat kepada orang lain, tidak ada gunanya. Ingatlah bahwa sejatinya usia dan umur itu berbeda. Usia adalah jangka waktu yang diberikan Allah kepada kita untuk hidup di dunia sedangkan umur adalah investasi usia kita untuk melakukan kebaikan. Ayo gunakan sisa usia kita untuk hal-hal yang bermanfaat! Sebagai santri gunakan usia kalian untuk tekun belajar dan ikhlas mengabdi!” pungkas Ning Zulfa. (*)
————————————-
Pewarta: Achmad Sulthon Arafat & Fatna Harista
Editor: Fathorrozi


