Tidak banyak rangkaian acara yang digelar pada acara pengukuhan tersebut. Sambutan sekaligus mauizah hasanah disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain, KH. Yazid Karimullah. Dalam sambutan tersebut, beliau menyebut Madrasah Muadalah merupakan Madrasah Rahmatan lil Alamin.

“Madrasah Muadalah bisa juga disebut dengan Madrasah Rahmatan lil Alamin, karena lulusannya sudah bisa ke mana-mana. Jadi, sudah sesuai dengan harapan salafuna shalih,” tegas beliau penuh syukur.
Beliau juga melanjutkan argumentasinya bahwa Madrasah Muadalah Nurul Qarnain tidak hanya mencetak generasi yang paham terhadap ilmu agama, tetapi juga dapat memahami ilmu umum.
Pada kesempatan itu pula, KH. Yazid Karimullah memberikan nasihat kepada seluruh santri dan wali santri Madrasah Muadalah untuk mensinergikan visi misi pesantren.
“Tetaplah terus berusaha, pantang menyerah untuk mencetak generasi yang baik dan unggul. Kadang ada beberapa tantangan yang harus kalian hadapi dari berbagai aspek. Di antaranya dari aspek kedua orang tua, anak, ekonomi, sosial, kadang juga dari aspek pesantren atau lembaga,” tutur beliau.
“Dari itu, tetaplah menyatukan satu niat untuk mencapai tujuan yang diinginkan dan diharapkan,” tambah beliau.
KH. Yazid Karimullah juga berpesan kepada seluruh kepala dan civitas lembaga untuk terus meningkatkan motto lembaga, terutama pada ranah kedisiplinan.
“Bercerminlah dari kedisiplinan salat berjamaah,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu, juga disebutkan para peraih lulusan terbaik, baik dari Madrasah Muadalah Tsanawiyah (MMT) maupun Madrasah Muadalah Aliyah (MMA). Tersebutkanlah Afroz Kailan Syarif sebagai peraih lulusan terbaik dari Madrasah Muadalah Tsanawiyah, dan Khuzaimah Nur Aini sebagai peraih lulusan terbaik dari Madrasah Muadalah Aliyah. Serta diumumkan pula, atas nama Ersya Fikri Raihan Syaputra sebagai Peraih Beasiswa Pendidikan Strata 1 (S1) dari Kementerian Pendidikan Republik Indonesia di universitas ternama di Maroko.
Dengan deraian tangis bahagia, baik peraih lulusan terbaik maupun peraih beasiswa, mereka menerima penghargaan berupa cenderamata dan piagam dari lembaga. Semoga ke depan, mereka dan juga yang lain mampu membahagiakan serta berguna hidupnya untuk kedua orang tua, Pondok Pesantren Nurul Qarnain, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (*)
————————————–
Pewarta: Achmad Sulthon Arafat
Editor: Fathorrozi


