Libur Pasca Ujian Madrasah, KH. Badrut Tamam Isi Kegiatan Santri dengan Khataman Kitab Fath al-Qarib

JEMBER_nurulqarnain.net – Kepala Dewan Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Qarnain, KH. Badrut Tamam, M.H.I., baru saja menyelesaikan kegiatan pengajian khataman kitab Fath al-Qarib bab Jinayat yang diselenggarakan di Auditorium KH. Yazid Karimullah guna mengisi hari libur santri pasca ujian madrasah.

Acara ini berlangsung selama tiga hari berturut-turut, dimulai pada Senin (23 Juni 2025) hingga Rabu (26 Juni 2025), yang diikuti oleh 250 peserta yang terdiri dari 100 santri putra dan 150 santri putri, mewakili berbagai lembaga pendidikan di bawah naungan Pondok Pesantren Nurul Qarnain, di antaranya Madrasah Muadalah Tsanawiyah, Madrasah Muadalah Aliyah, SMP dan Madrasah I’dadiyah.

Kegiatan khataman tersebut berjalan dengan lancar dan penuh khidmat, menciptakan suasana yang penuh semangat dan antusiasme dari para santri. Tak hanya menjadi momentum khataman kitab semata, acara ini juga menjadi sarana menumbuhkan etos belajar, disiplin, serta komitmen terhadap target pembelajaran yang telah ditetapkan dalam kurikulum pesantren.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Tamam —sapaan akrab KH. Badrut Tamam— menyampaikan nasihat penting kepada para santri.

“Orang yang belajar kitab itu ada dua macam. Satu, ingin menjadi ahli, diibaratkan dengan diberikan umpannya. Dua, hanya ingin tahu saja, diibaratkan dengan diberikan ikannya atau hasilnya.”

Dengan analogi tersebut, Gus Tamam mengingatkan pentingnya niat dan kesungguhan dalam menuntut ilmu. Menjadi seorang penuntut ilmu yang serius bukan hanya sekadar ingin tahu, tetapi harus berorientasi pada pemahaman mendalam dan penguasaan keilmuan.

Beliau juga menegaskan pentingnya komitmen menyelesaikan target pembelajaran secara tuntas. Dalam arahannya, Gus Tamam memberikan peringatan keras agar para santri tidak berleha-leha atau bersantai-santai dalam belajar. Bila suatu kelas tidak mampu menyelesaikan target yang telah ditetapkan, maka akan ada sanksi berupa denda yang ditanggung bersama oleh guru dan siswa, sebagai bentuk tanggung jawab kolektif atas kegagalan tersebut.

Kegiatan khataman ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan menyelesaikan materi kitab, tetapi juga menjadi pemacu semangat perjuangan para santri untuk terus menggali ilmu-ilmu yang belum mereka ketahui, serta mengamalkan pengetahuan yang telah mereka peroleh dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan semangat ini, diharapkan para santri Pondok Pesantren Nurul Qarnain senantiasa istikamah dalam menempuh jalan ilmu, dan menjadikan setiap proses belajar sebagai bagian dari ibadah dan perjuangan. (*)

———————————-

Pewarta: Sulthon Arafat

Editor: Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *