Diba’ Kubra Fatayat se-Jember di Nurul Qarnain, Ning Imaz: Perempuan Adalah Ibu Peradaban

JEMBER | nurulqarnain.net – Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (PC Fatayat NU) Jember menggelar Diba’ Kubra dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Auditorium KH Yazid Karimullah, Pondok Pesantren Nurul Qarnain, pada Ahad (27/9/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Meneladani Rasulullah SAW: Menjadi Perempuan Aswaja yang Berdaya dan Berdampak” tersebut, diikuti oleh Pengurus Fatayat NU Jember dari tingkat cabang hingga ranting. Hadir pula jamaah Muslimat dari kalangan masyarakat, santriwati Pondok Pesantren Nurul Qarnain, pengurus pesantren, asatiz, serta alumni Nurul Qarnain.

Kegiatan ini diawali dengan pembacaan Diba’ dan syair-syair pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Para peserta mengikuti pembacaan secara bersama-sama dalam suasana khidmat. Majelis tersebut sekaligus menjadi ruang silaturahmi antara perempuan Nahdliyin, keluarga besar pesantren, alumni, dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Ning Hj. Zulfa Yazid, S.Sos.I., M.Pd., menyampaikan bahwa Diba’ Kubra tidak hanya menjadi kegiatan pembacaan syair dan pujian kepada Rasulullah SAW. Menurut beliau, majelis tersebut juga menjadi sarana untuk memperkuat mahabah kepada Rasulullah SAW serta mempererat silaturahmi.

“Diba’ ini bukan hanya sekadar kegiatan membaca sya’ir seperti yang telah kita baca tadi, bukan hanya sekadar puji-pujian kepada Rasulullah SAW. Lebih dari itu, mudah-mudahan majelis seperti ini menjadi sarana untuk menumbuhkan dan memperkuat mahabah kita kepada Rasulullah SAW, mempererat tali silaturahmi kita, serta menjadi jalan kepada kita semua untuk mendapatkan keberkahan dan ketenteraman dalam kehidupan kita,” tutur beliau.

Sementara itu, Ketua PC Fatayat NU Jember, Nurul Hidayah, S.Pd.I., mengajak para peserta menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk melihat kembali keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

“Maulid Nabi bukan hanya sekadar mengingat tanggal kelahiran Nabi, namun menjadi momentum untuk bertanya kepada diri kita, sudah sejauh mana kita meneladani Rasulullah dalam kehidupan kita,” ungkapnya.

Memasuki acara inti, Ning Imaz Fatimatuz Zahra dari Lirboyo menyampaikan tausiah tentang peran perempuan dalam keluarga, masyarakat, dan peradaban. Beliau menguraikan keteladanan para Ummahatul Mu’minin yang memiliki peran berbeda-beda, tetapi memberikan kontribusi penting bagi kehidupan umat.

“Apapun perannya, perempuan itu akan memberikan dampak pada kehidupan. Perempuan itu berharga, perempuan itu ibu dari peradaban,” tutur Ning Imaz.

Beliau menjelaskan, setiap perempuan memiliki ruang untuk memberikan manfaat sesuai dengan peran yang dijalankan. Peran tersebut dapat dimulai dari lingkungan keluarga hingga kehidupan sosial yang lebih luas.

Ning Imaz juga menekankan pentingnya tekad, iman, dan ilmu sebagai bekal perempuan agar mampu menjalankan peran dan menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Dalam kehidupan rumah tangga, beliau mengingatkan pentingnya komunikasi antara suami dan istri serta menjalankannya sesuai tuntunan Al-Qur’an.

Di pengujung tausiah, Ning Imaz mengajak para peserta melakukan muhasabah dan terus memperbaiki diri. Salah satunya dengan memperindah hati melalui rasa syukur dan sikap merasa cukup atas nikmat yang diberikan Allah SWT.

Diba’ Kubra tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Kehadiran pengurus pesantren, asatiz, alumni, santriwati, jamaah Muslimat, serta pengurus Fatayat NU dari berbagai tingkatan mempertemukan berbagai unsur dalam satu majelis Maulid Nabi di Pondok Pesantren Nurul Qarnain. (*)

———————————————

Pewarta: Safiroh Adania
Editor: Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *