Pelantikan dipimpin langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain, KH. Yazid Karimullah, di hadapan seluruh santri putra. Sebelum prosesi pelantikan, beliau menyampaikan sejumlah pesan mengenai tanggung jawab yang menyertai amanah sebagai kepala daerah dan pengurus pesantren.
KH. Yazid Karimullah menegaskan bahwa jabatan tersebut bukanlah sekadar posisi yang memberikan kebahagiaan atau kesenangan, melainkan amanah sekaligus ujian dalam mengayomi dan mengatur kehidupan santri di lingkungan pesantren.
“Ini bukan suatu kebahagiaan, dan ini bukan suatu kesenangan, akan tetapi ini merupakan ujian besar sebagai seorang kepala daerah dan juga pengurus sekalian, bagaimana bisa mengayomi, merawat, dan mengatur santri dan pesantren ke depannya,” dawuh beliau.
Beliau juga berpesan agar kepala daerah yang baru mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, memiliki ketegasan, serta membangun sinergi dalam menjalankan berbagai program kepesantrenan.
“Semoga kepala daerah yang baru dilantik ini bisa lebih tegas dan bersinergi dalam menjalankan program-program kepesantrenan demi menunjang tangga-tangga kesuksesan pesantren di masa yang akan datang,” lanjut beliau.
Dalam prosesi pelantikan, KH. Yazid Karimullah menetapkan Ust. Alvinal Hasan, mahasiswa Semester 4 Fakultas Syariah dan Ushuluddin Institut KH Yazid Karimullah (INSYAKA), sebagai Kepala Daerah Putra Pondok Pesantren Nurul Qarnain.
Ust. Alvinal Hasan menggantikan Ust. Syahril Shabirin, S.H., yang sebelumnya mengemban amanah sebagai Kepala Daerah Putra. Pergantian tersebut menjadi bagian dari proses keberlanjutan kepemimpinan dan pengelolaan kehidupan santri di asrama putra.
Dengan pelantikan tersebut, Ust. Alvinal Hasan mulai mengemban amanah sebagai Kepala Daerah Putra Nurul Qarnain. Tugas tersebut mencakup pengayoman dan pengaturan kehidupan santri serta pelaksanaan program kepesantrenan di lingkungan asrama putra. (*)
———————————–
Pewarta: Sulthon Arafat
Editor: Fathorrozi


