Acara dibuka dengan penampilan pembacaan puisi bertema kehilangan sosok ibu oleh grup Ar En Vibe dari Asrama Darul Lughah. Puisi tersebut disambut antusias dan mengundang keharuan para hadirin.

Lomba diikuti oleh tiga asrama terbaik yang berhasil masuk babak final yang sebelumnya sudah melangsungkan penyisihan di daerah masing-masing. Setiap kelompok menampilkan variasi takbir dengan pengolahan vokal hingga berbagai kreasi dari drama, puisi dan kostum yang telah dikemas secara kreatif.
Tiga dewan juri yang ditugaskan dalam kegiatan ini adalah Ustaz Roni Andika (kesesuaian musik dan irama), Ustaz Fathorrozi (adab, waktu, dan kostum), serta Ustaz Ali Murtadlo (fashahah dan tajwid). Ketiga juri pakar ini memberikan penilaian berdasarkan kriteria teknis dan nilai adab yang menjadi acuan utama dalam perlombaan.
Ustaz Roni Andika dalam komentarnya menyampaikan bahwa pemilihan lagu dan irama harus disesuaikan dengan kemampuan vokal peserta. Ia mengingatkan agar takbir tidak diiringi dengan aransemen yang tidak selaras dengan ruh ibadah.

“Kurang elok jika takbir dikumandangkan sementara peserta di belakang justru menari-nari,” ujarnya.
Sementara itu, Ustaz Fathorrozi menekankan pentingnya ketepatan waktu dan adab selama pelaksanaan lomba. Ia juga mencatat adanya peningkatan kostum peserta putra dibandingkan tahun sebelumnya, namun masih ditemukan pelanggaran batas durasi maksimal.
“Jika sudah ada ketentuan waktu, maka seluruh peserta wajib memperhatikannya dengan serius,” tegasnya.
Dalam aspek tajwid dan fashahah, Ustaz Ali Murtadlo menyoroti beberapa kesalahan umum dalam pelafalan lafaz takbir.

“Lafaz ‘Allah’ tidak boleh dibaca dengan ‘O’, ‘Akbar’ tidak boleh dibaca ‘Akber’, serta harus memperhatikan qalqalah pada lafaz ‘Walillahilhamd’,” jelas Ustaz Ali Murtadlo.
Setelah melalui proses penilaian, panitia mengumumkan hasil akhir perlombaan. Juara 1 diraih oleh Asrama Sunan Bonang (nama grup Maulana Makdum), disusul Sunan Drajat (nama grup Al-Wafi) sebagai Juara 2, dan Darul Fikr (nama grup Bismillahirrahmanirrahim) sebagai Juara 3. Trofi kejuaraan diserahkan langsung oleh para dewan juri sebagai bentuk apresiasi atas penampilan terbaik para finalis.
Kegiatan Takbir Akbar ini merupakan salah satu momen semangat santri yang rutin diadakan setiap tahun. Selain sebagai perayaan atas terlaksananya peringatan Iduladha, event ini juga menjadi momen pertandingan para santri untuk unjuk kreativitas. (*)
————————————-
Pewarta: Silfin & Wildan
Editor: Fathorrozi


