Grand Final Takbir Akbar 2025 Meriahkan Spirit Iduladha, Asrama Sunan Bonang Raih Juara Pertama

JEMBER_nurulqarnain.net – Grand Final Takbir Akbar dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha 1446 H., digelar pada Selasa malam Rabu (10/06/2025) di halaman timur asrama putri. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk menumbuhkan semangat kepedulian dan keikhlasan di kalangan santri, sesuai dengan tema yang diangkat: “Spirit Idul Qurban: Semangat Santri Menjadi Generasi yang Siap Menebarkan Kepedulian dan Keikhlasan.”

Acara dibuka dengan penampilan pembacaan puisi bertema kehilangan sosok ibu oleh grup Ar En Vibe dari Asrama Darul Lughah. Puisi tersebut disambut antusias dan mengundang keharuan para hadirin.

Salah satu peserta delegasi daerah putri pada Grand Final Takbir Akbar
Salah satu peserta delegasi daerah putri pada Grand Final Takbir Akbar

Lomba diikuti oleh tiga asrama terbaik yang berhasil masuk babak final yang sebelumnya sudah melangsungkan penyisihan di daerah masing-masing. Setiap kelompok menampilkan variasi takbir dengan pengolahan vokal hingga berbagai kreasi dari drama, puisi dan kostum yang telah dikemas secara kreatif.

Tiga dewan juri yang ditugaskan dalam kegiatan ini adalah Ustaz Roni Andika (kesesuaian musik dan irama), Ustaz Fathorrozi (adab, waktu, dan kostum), serta Ustaz Ali Murtadlo (fashahah dan tajwid). Ketiga juri pakar ini memberikan penilaian berdasarkan kriteria teknis dan nilai adab yang menjadi acuan utama dalam perlombaan.

Ustaz Roni Andika dalam komentarnya menyampaikan bahwa pemilihan lagu dan irama harus disesuaikan dengan kemampuan vokal peserta. Ia mengingatkan agar takbir tidak diiringi dengan aransemen yang tidak selaras dengan ruh ibadah.

Salah satu peserta delegasi daerah putra pada Grand Final Takbir Akbar
Salah satu peserta delegasi daerah putra pada Grand Final Takbir Akbar

“Kurang elok jika takbir dikumandangkan sementara peserta di belakang justru menari-nari,” ujarnya.

Sementara itu, Ustaz Fathorrozi menekankan pentingnya ketepatan waktu dan adab selama pelaksanaan lomba. Ia juga mencatat adanya peningkatan kostum peserta putra dibandingkan tahun sebelumnya, namun masih ditemukan pelanggaran batas durasi maksimal.

“Jika sudah ada ketentuan waktu, maka seluruh peserta wajib memperhatikannya dengan serius,” tegasnya.

Dalam aspek tajwid dan fashahah, Ustaz Ali Murtadlo menyoroti beberapa kesalahan umum dalam pelafalan lafaz takbir.

Para dewan juri lomba Grand Final Takbir Akbar
Para dewan juri lomba Grand Final Takbir Akbar

“Lafaz ‘Allah’ tidak boleh dibaca dengan ‘O’, ‘Akbar’ tidak boleh dibaca ‘Akber’, serta harus memperhatikan qalqalah pada lafaz ‘Walillahilhamd’,” jelas Ustaz Ali Murtadlo.

Setelah melalui proses penilaian, panitia mengumumkan hasil akhir perlombaan. Juara 1 diraih oleh Asrama Sunan Bonang (nama grup Maulana Makdum), disusul Sunan Drajat (nama grup Al-Wafi) sebagai Juara 2, dan Darul Fikr (nama grup Bismillahirrahmanirrahim) sebagai Juara 3. Trofi kejuaraan diserahkan langsung oleh para dewan juri sebagai bentuk apresiasi atas penampilan terbaik para finalis.

Kegiatan Takbir Akbar ini merupakan salah satu momen semangat santri yang rutin diadakan setiap tahun. Selain sebagai perayaan atas terlaksananya peringatan Iduladha, event ini juga menjadi momen pertandingan para santri untuk unjuk kreativitas. (*)

————————————-

Pewarta: Silfin & Wildan

Editor: Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *