Ketiga lembaga ini menjadi ruh pendidikan sore di lingkungan pesantren, tempat para santri menimba ilmu agama, memperkuat adab, serta menanamkan nilai-nilai keislaman yang kokoh.

Acara dimulai dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dan shalawat Nabi Muhammad ﷺ. Suara santri yang syahdu dan penuh kekhusyukan seakan menggugah setiap hati yang hadir.
Usai pembukaan, acara dilanjutkan dengan sambutan hangat dari ketua panitia, lalu prosesi pengukuhan kelulusan, kemudian pemberian apresiasi kepada lulusan terbaik.

Tercatat 92 santri mengikuti prosesi kelulusan kali ini. Mereka terdiri dari 47 santri putri dan 31 santri putra dari MDT, 6 santri dari Madrasatul Qur’an, serta 8 santri dari Madrasah I’dadiyah dengan 3 hingga 6 tahun masa pendidikan.
Kehadiran para wali santri, dewan asatiz, dan keluarga santri turut menambah haru suasana. Momen ini bukan hanya menjadi perayaan kelulusan, tapi juga ungkapan syukur atas perjalanan panjang yang telah dilalui bersama.

Lulusan Terbaik dari masing-masing lembaga turut diumumkan sebagai bentuk motivasi bagi yang lain. Tiga santri terbaik tersebut dianugerahi penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, adab, dan kesungguhan mereka dalam menuntut ilmu. Ketiganya secara langsung dipanggil ke depan untuk disematkan piala serta piagam kehormatan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain bersama kepala madrasah, dalam suasana yang penuh bangga.
Mereka yang menerima anugerah tersebut adalah Putri Anisa dari Madrasatul Qur’an, Dewi Irnawati putri Bapak Ach. Wasil dari MDT Putri, M. Arif Rahmatullah putra Bapak Mashudi dari MDT Putra, dan Ayu Azkiatul Fitriyah putri Bapak Zulkifli dari Madrasah I’dadiyah.

Dalam tausiah penutup, KH. Yazid Karimullah menyampaikan pesan penuh makna kepada para wali santri bahwa putra yang salih dan putri yang salihah merupakan investasi terbaik bagi orang tua kelak di akhirat.
“Anak yang salih dan salihah adalah investasi terbaik bagi orang tua untuk kehidupan akhirat,” tutur pengasuh.
Beliau menegaskan bahwa pendidikan agama bukan sekadar rutinitas, tapi bekal sejati untuk menjalani hidup yang bermakna, dunia hingga akhirat. Kepada para santri lulusan, beliau berpesan agar terus menuntut ilmu, mencari berkah dari guru, dan tidak melupakan doa serta restu orang tua.

Suasana semakin khidmat ketika Kiai Yazid memimpin doa bersama. Tangis khusyuk tak terbendung, menyelimuti auditorium yang dipenuhi harapan dan rasa syukur. Dalam doanya, beliau memohon agar seluruh lulusan senantiasa dalam penjagaan Allah, dimudahkan dalam setiap langkah, dan istikamah dalam jalan ilmu serta kebaikan.
Acara pengukuhan ini bukanlah titik akhir, melainkan permulaan dari perjalanan panjang pendidikan. Semoga para lulusan tumbuh menjadi pribadi berilmu, beradab, dan menjadi generasi Islam yang membanggakan, baik di tengah masyarakat maupun di hadapan Sang Pencipta. (*)
—————————————
Pewarta: Akmal Marzuqin
Editor: Fathorrozi


