Haflah Qira’atuna ini merupakan haflah pertama yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Nurul Qarnain dan diikuti oleh 136 peserta.
“Dengan rincian, lulusan Qira’atuna sebanyak 52 santri. Santri berprestasi di kelas Lajnah Qira’atuna sebanyak 84 santri. 3 santri lulusan terbaik dan 3 santri bintang Lajnah Qira’atuna,” demikian laporan KH. Badrut Tamam, M.H.I., selaku Ketua Dewan Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Qarnain.
Beliau juga melaporkan bahwa Lajnah Qira’atuna Nurul Qarnain sudah berlangsung selama 3 tahun dengan jumlah sebanyak 1.537 santri putri. Metode yang diterapkan dalam Lajnah Qira’atuna adalah manhalul Qur’an yang disusun oleh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo. Pelaksanaan Lajnah Qira’atuna dimulai setelah salat Isya sampai pukul 20.00 WIB.
“Saat ini juga dibuka Lajnah Qira’atuna di daerah putra yang wajib diikuti oleh seluruh santri putra yang berjumlah 1.018 santri,” lanjut beliau.
Acara Haflah Qira’atuna Perdana ini dihadiri oleh Kepala Bidang Pendidikan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, Drs. Mahmudi Bajuri, M.Pd.I., sekaligus mewakili Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah dalam menyampaikan orasi ilmiah.
Dalam orasinya, beliau begitu kagum terhadap perkembangan Pondok Pesantren Nurul Qarnain. Menurut beliau, ditinjau dari sisi pengembangan pondok pesantren alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Nurul Qarnain tercatat sebagai pondok pesantren alumni yang perkembangannya sangat pesat.
“Pondok Pesantren Nurul Qarnain merupakan pondok pesantren dengan lembaga pendidikan terlengkap. Kalau dalam catatan kami selaku alumni, bukan hanya terlengkap di Jawa Timur, melainkan masuk kategori di seluruh Indonesia. Terlengkap dan berkualitas,” begitu pengakuan beliau.
Selain Drs. Mahmudi Bajuri, M.Pd.I., acara pagi hari tadi juga dihadiri oleh Ustazah Maimunah, M.Pd., yang merupakan Penanggung Jawab Lajnah Qira’atuna di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo. Dalam kesempatan tadi, ia juga memandu acara Demo Haflah Qira’atuna di hadapan seluruh hadirin.

Acara yang bertempat di gedung Auditorium KH. Yazid Karimullah ini, berlangsung sangat meriah dan penuh haru. Keharuan tersebut mulai menyembul saat pembagian penghargaan lulusan terbaik Lajnah Qira’atuna, dilanjutkan pembagian hadiah kepada juara I, juara II dan juara III di masing-masing kelas, serta penganugerahan bintang Lajnah Qira’atuna.
Ustaz Ahmad Sanusi, M.Pd., yang bertindak sebagai master of ceremony menyebut nama-nama lulusan terbaik Lajnah Qira’atuna. Tersebutlah nama Nurul Qamariyah sebagai lulusan terbaik pertama, Izza Adila lulusan terbaik ke-2, serta Imelda Putri lulusan terbaik ke-3. Usai nama-nama lulusan terbaik disebut, mereka bertiga dengan didampingi kedua orangtuanya menerima penghargaan yang diserahkan oleh KH. Fawaid Yazid, S.Ag.

Keharuan menghiasi suasana haflah, sebagian orangtua dari lulusan terbaik itu tampak berkali-kali menyeka air mata kegembiraan. Hadirin yang menyaksikan momen tersebut ikut larut dalam keharuan. Sementara yang lain, terlukis senyum bangga di wajah mereka atas pencapaian yang diraih oleh putrinya.
Setelah pembacaan lulusan terbaik dan juara kelas, pemandu acara akhirnya membacakan bintang Lajnah Qira’atuna tahun 2023. Sulis Ruman Aziroh dinobatkan sebagai bintang Lajnah Qira’atuna ke-1, Babul Firdausiyah bintang Lajnah Qira’atuna ke-2, dan Maya Ahmad Fauzi bintang Lajnah Qira’atuna ke-3. Ketiganya pun maju untuk menerima hadiah dan penghargaan yang diberikan oleh Drs. Mahmudi Bajuri, M.Pd.I.
Haflah Qira’atuna Perdana ini pun diakhiri dengan panjatan doa yang dipimpin oleh LH. Nakhlid Syafi’i, M.H.I.
================================
Juru berita: Fathorrozi


