Dalam acara tersebut, KH. Badrut Tamam yang mewakili pengasuh, menyampaikan halalbihalal merupakan pembukaan dari rentetan kegiatan pendidikan yang ada di lingkungan pesantren. Beliau juga mengimbau agar seluruh pengurus dan umana’ pesantren bekerjasama dalam mendukung serta menyukseskan program-program yang telah ditetapkan oleh pesantren.
“Agenda pesantren telah dilaksankan. Tadi pagi sudah bersih-bersih asrama dan halaman. Besok pagi bersih-bersih kelas, lanjut sorenya kegiatan madrasah akan dimulai,” tutur beliau.
Wakil pengasuh sekaligus Ketua Dewan Pendidikan Pondok Pesantren Nurul menyampaikan pesan pengasuh mengenai kiat memperoleh ilmu yang berkah.
“Santri Nurul Qarnain harus mencari ilmu sebanyak-banyaknya, tentu ilmu yang membawa keberkahan. Namun sayangnya, santri zaman sekarang lebih mengutamakan selembar ijazah daripada berkah dari pesantren,” lanjut beliau.
Gus Tamam, sapaan akrab beliau, akhirnya mengungkapkan empat kunci yang dapat menjadikan ilmu berkah, yaitu amanah, ikhlas, istikamah dan uswatun hasanah.
“Pesan pengasuh untuk para asatiz, kepala daerah, ketua kamar dan yang lain, tingkatkan amanah! Amanah dalam bertugas, serta istikamah selama bertugas. Jangan sampai program hanya berjalan di awal saja,” imbuh beliau.
Beliau menambahkan, “Santri harus meluruskan niat, yaitu mencari berkah dan mencari ilmu. Setiap yang kalian kerjakan harus berdasarkan dua hal ini (berkah dan ilmu). Jika tidak berkaitan dengan keduanya, maka tidak perlu dikerjakan.”
Terakhir, Gus Tamam memimpin para santri untuk memperbaiki niat dan berjanji untuk taat terhadap aturan pesantren, serta tidak melakukan tindakan yang mengganggu kepada sesama santri. (*)
————————————
Pewarta: Wildan Miftahussurur
Editor: Fathorrozi


