Berdasarkan penelitian Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2022), sekitar 95% remaja di Indonesia belum mengonsumsi sayur dan buah sesuai anjuran, padahal makanan tersebut penting sebagai sumber vitamin, mineral, dan serat. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat akan pola makan sehat masih perlu ditingkatkan.
Sebagai makhluk hidup, manusia membutuhkan makanan untuk bertahan hidup dan beraktivitas. Makanan memberikan energi dalam bentuk kalori serta zat gizi yang berfungsi menjaga metabolisme tubuh. Dengan menerapkan pola makan yang seimbang sesuai anjuran “empat sehat lima sempurna”, tubuh akan memperoleh asupan nutrisi yang cukup untuk menunjang kesehatan. Pola makan yang baik meliputi konsumsi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral dalam jumlah yang seimbang.
Dampak makanan tidak hanya terbatas pada kesehatan jasmani, tetapi juga berpengaruh pada kesehatan mental dan emosional. Konsumsi makanan dengan kadar gula tinggi serta lemak jenuh, seperti es krim, cokelat, dan biskuit, dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.
Data WHO (2021) menunjukkan bahwa sekitar 17,5 juta kematian di dunia setiap tahunnya disebabkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah yang salah satunya dipicu oleh pola makan tidak sehat. Sebaliknya, makanan yang kaya serat dan nutrisi, seperti apel, pisang, sayuran hijau, dan kacang-kacangan, mampu menjaga keseimbangan hormon, menurunkan kolesterol, serta meningkatkan ketenangan mental.
Makan dan minum merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi setiap hari. Oleh karena itu, pemilihan makanan yang tepat memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Asupan yang sehat dan bergizi tidak hanya membantu tubuh menjalankan fungsi biologis secara optimal, tetapi juga menjaga kualitas hidup jangka panjang.
Sementara itu, pilihan makanan yang kurang sehat akan meningkatkan risiko timbulnya berbagai penyakit kronis seperti hipertensi, stroke, dan obesitas.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pola makan yang baik dan seimbang adalah kunci untuk mencapai hidup sehat, baik secara fisik maupun mental. Kesadaran dalam memilih makanan harus ditanamkan sejak dini agar generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang sehat, produktif, dan berdaya saing tinggi.
Jika masyarakat Indonesia semakin memahami pentingnya pola makan sehat, maka beban penyakit dapat berkurang dan kualitas hidup bangsa pun akan meningkat. (*)
———————————-
Penulis:
1. Illiyin Kania Ramadhan (Siswi SMP Nurul Qarnain Kelas 9B)
2. Anggun Damayanti (Siswi SMP Nurul Qarnain Kelas 9B)
3. Alfa Zahiroh (Siswi SMP Nurul Qarnain Kelas 9B)
4. Nazwa Aulia Rahman (Siswi SMP Nurul Qarnain Kelas 9B)
Editor: Fathorrozi


