Sang Penemu Algoritma dan Penemu Aljabar

ARTIKEL_nurulqarnain.net – Saat ini perkembangan teknologi komputer seperti halnya aliran air di sungai yang terus mengalir tanpa henti. Anda mungkin menyadarinya, bukan? Setiap waktu terus bermunculan teknologi-teknologi baru yang maju dan canggih tentunya.

Bagi sebagian orang yang berprofesi sebagai programmer atau developer, algoritma ini sering digunakan saat melakukan pengembangan sebuah program. Dan salah satu ilmuwan yang memiliki peran penting dalam perkembangan teknologi ini, terutama di bidang komputer, adalah al-Khawarizmi.

Al-Khawarizmi memiliki nama lengkap Muhammad Ibnu Musa al-Khawarizmi. Di negara Barat ia dikenal dengan sebutan al-Goritmi, al-Cowarizmi, dan sebutan lainnya. Ia lahir di kota Khiva, Uzbekistan pada tahun 780 M. Ia merupakan anak dari keturunan keluarga Persia, dan sejak kecil bersama keluarganya pindah ke selatan kota Baghdad. Di sanalah ia meniti kariernya sebagai seorang matematikawan.

Ia diperkirakan hidup pada masa Khalifah Abbasiyah al-Ma’mun dan al-Watsiq yang dikenal sebagai masa keemasan ilmu pengetahuan di dunia Arab, berkat translasi buku dan ilmu pengetahuan ke dalam bahasa Arab. Ia bergabung bersama cendekiawan lain di Bait al-Hikmah ketika berusia 20 tahun.

Semasa hidupnya, ia bekerja di sekolah kehormatan yang didirikan oleh Khalifah al-Ma’mun. Di sanalah ia banyak menulis berbagai gagasan dan mempublikasikan buku ilmu pengetahuan, baik di bidang matematika, astronomi, sejarah, maupun geografi, termasuk mempelajari terjemahan literatur Sanskerta dan Yunani.

Di antara karyanya adalah Al-Mukhtashar fi Hisab al-Jabr wal Muqabalah (tentang solusi sistematis dari linier dan notasi kuadrat), Al-Jam’a wal Tafriq bil Hisab al-Hind (tentang aritmetika), dan Surah al-Ard (tentang ilmu geografi). Serta masih banyak lagi karya-karyanya semasa hidup yang memengaruhi ilmu pengetahuan saat ini.

Selain ahli matematika, al-Khawarizmi juga seorang ahli geografi, astronomi, dan sejarah. Bahkan teori mengenai seni, musik, dan lukis juga ia tuliskan dalam bukunya.

Al-Khawarizmi diperkirakan wafat pada tahun 850 M. Semasa hidup, karya-karyanya bukan hanya seputar matematika saja, namun banyak ilmu lain yang ikut terpengaruh oleh pemikirannya. Ia merupakan sosok cerdas dalam berbagai bidang dan menjadi cerminan identitas muslim yang sesungguhnya. (*)

———————————

Penulis: Sulthon Arafat

Editor: Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *