Dalam tausiyahnya, Ng. Hj. Zulfa Yazid menekankan pentingnya memperbaiki niat sebelum kembali ke rumah. Beliau mengingatkan bahwa setiap amal bergantung pada niat. Beliau menjelaskan bahwa kepulangan santri bukan hanya sekadar kembali ke rumah, melainkan harus memiliki niat yang baik.
“Niatkan pulang untuk bersilaturahmi dengan keluarga dan guru ngaji. Hakikat dari belajar adalah menghormati yang mengajari serta mengamalkan ilmu yang telah diperoleh,” pesannya.
Beliau mengingatkan agar santri tidak melupakan tujuan utama dalam belajar, yaitu untuk mengamalkan ilmu. “Selama di pondok, kalian telah diajari berbagai ilmu, baik agama maupun umum. Pulanglah dengan niat mengamalkan ilmu tersebut, khususnya saat bulan Ramadan nanti,” tambahnya.
Ning Zulfa, akrab sapaan beliau juga menegaskan bahwa setiap santri harus memiliki peningkatan dari tahun ke tahun. “Jangan hanya sekadar mondok, tapi jadilah inspirasi bagi orang lain. Tunjukkan akhlak yang baik, ilmu yang bermanfaat, serta kesopanan yang membuat orang lain tertarik untuk memondokkan anak-anak mereka. Itu bisa menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya,” ungkap beliau.
Beliau juga menekankan bahwa ilmu yang dimiliki, meskipun sedikit, tetap harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Mengamalkan ilmu tidak selalu berarti memiliki pengetahuan yang luas, tetapi lebih kepada bagaimana menerapkannya dengan konsisten. Hal-hal sederhana seperti menjaga Salat berjamaah, berperilaku sopan, dan berbakti kepada orang tua merupakan wujud nyata dari pengamalan ilmu yang telah diperoleh selama di pesantren.
Beliau juga menekankan agar santri tetap menjaga amalan yang telah diajarkan di pondok. “Jangan meninggalkan amalan yang telah menjadi kebiasaan di pondok, seperti membaca Ratibul Haddad. Amalan itu harus terus dijaga agar keberkahan ilmu tetap mengalir dalam kehidupan kalian,” ujarnya.
Sebagai penutup, seluruh santri mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh Ng. Hj. Zulfa Yazid. Dengan penuh khidmat, mereka memohon keberkahan ilmu dan keselamatan dalam perjalanan pulang.
“Santri yang baik bukan hanya belajar untuk dirinya sendiri, tetapi juga membawa manfaat bagi orang lain,” pungkas Ng. Hj. Zulfa Yazid.
Pewarta: Wildan Ms & Silfin A
Editor: M. Firmansyah


