Isra Mi’raj Nurul Qarnain Mengusung Tema Healing Semesta hingga Tinjauan Filosofis

JEMBER_nurulqarnain.net. Ustaz Doni Eka Saputra, Dosen Ma’had Aly Nurul Qarnain sekaligus Owner Adeeva Grup diundang dalam perayaan Isra Mi’raj Nabi Muhammad Saw di Pondok Pesantren Nurul Qarnain pada Rabu Malam (07/02/2024). Acara yang diikuti semua santri dan bertempat di Auditorium KH. Yazid Karimullah ini berlangsung khidmat dan meriah.

Ustaz Doni, sapaan akrab beliau, memulai tausiahnya dengan memancing antuisas hadirin. Beliau bergurau dengan lebih memuji santri putri yang jawab salamnya lebih nyaring daripada santri putra.

“Ternyata santri putri Nurul Qarnain lebih semangat salamnya daripada santri putra. Ini membuktikan bahwa santri putra lebih sangat memendam perasaan daripada santri putri,” canda beliau.

Sontak stimulus tersebut membuat riuh seisi auditorium dan para santri kompak menjawab salam yang ketiga kalinya. Namun tak kalah asik dengan sebelumnya, Ustaz Doni dengan gaya khasnya kembali bergurau.

“Santri putra memang pandai memendam rasa, namun santri putri penuh dengan misteri,” lanjut beliau.

Setelah menggugah para santri untuk mengobarkan semangat, Dosen Ma’had Aly ini pun menyampaikan betapa pentingnya umat muslim untuk merayakan Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad Saw. Beliau menyatakan Isra dan Mi’raj merupakan tonggak awal keimanan umat muslim.

“Andaikata pada zaman Nabi Muhammad ada HP, pasti direkam untuk membuktikan kebenaran perjalanan Nabi ini. Namun para sahabat percaya dan itu membuktikan seberapa besar kadar iman mereka kepada Nabi Muhammad,” tutur beliau.

Antusias para santri saat mengikuti acara Isra Mi’raj

Dalam acara tersebut, Ustaz Doni menjelaskan setidaknya ada dua hikmah yang dapat diambil dalam perjalanan Nabi Muhammad Saw pada malam Isra Mi’raj.

“Ada dua hikmah yang dapat diambil dari healing yang dilakukan Nabi Muhammad Saw ini. Pertama sebagai ujian bagi kita selaku umat muslim yang beriman, karena secara logika perjalanan dari Makkah ke Masjidil Aqsa ditambah menuju ke Sidratul Muntaha lebih tidak masuk akal.”

“Itu semua adalah ujian dari Allah apakah kita beriman kepada Nabi atau malah sebaliknya,” imbuh beliau.

Dosen Ushul Fikih ini menganalogikan perjalanan Nabi dengan cerita semut yang menempuh perjalanan dari Banyuwangi ke Jakarta hanya beberapa jam. Dalam kisahnya beliau menceritakan perjalanan semut yang masuk ke kantong seseorang yang berangkat dengan mengendarai pesawat terbang ke Jakarta, namun ketika semut tersebut bercerita kepada temannya, mereka tidak mudah percaya.

“Apakah logis seekor semut dari Banyuwangi ke Jakarta hanya beberapa jam saja? Tentu tidak, karena yang dipakai adalah logika semut, namun jika yang dipakai adalah logika manusia, tentu saja bisa. Nah, inilah yang disebut dengan perpindahan dari rasional menuju supra rasional. Rasional hanya mengandalkan akal semata, sedangkan supra rasional melibatkan akal dan keyakinan. Serta pada akhirnya menjadi logis,” tegas beliau.

Sementara hikmah kedua, sebagai bukti Maha Suci Allah Swt dengan menunjukkan kuasa-Nya melalui peristiwa Isra Mi’raj.

“Mengapa lafaz ayat Isra menggunakan Subhanalladzi? Karena pada makna awal, ayat ini mengandung hikmah tanzih dan ta’ajub, lantaran peristiwa ini di luar rasional,” terang beliau.

Pada penutup acara, Ustaz Doni memimpin para santri melantukan shalawat Nabi dengan ditambah kalimat Nurul Qarnain.

“Pesantren idolaku, ya Nurul Qarnain. Kiai tercintaku, Kiai Yazid Karimullah,” lantun beliau yang diikuti seluruh santri dengan kompak. (*)

———————————–

Juru berita: Wildan MS.

Editor: Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *