Pemateri dari kegiatan ini diamanahkan kepada sahabat-sahabat PAC Fatayat NU Sukowono yang sudah mumpuni dalam bidangnya seperti pemateri dari bidang agama, yaitu: Feby Rimaning Tyas, S.Pd.I., M.Pd., Hakimatul Karimah, S.Sos., M.Pd., dan Alfin Hasanatus Shofiyah. S.H., M.Ag. Sedangkan pembawa materi di bidang medis adalah Fitri Amalia Tsaqila, S.Kep., Noer Halimah, S.Keb., Bdn,. dan Yanti Haryanti, Amd.Keb. Seminar ini dibagi menjadi tiga kelas yang masing-masing dari setiap kelas terdapat satu pemateri dari bidang agama juga satu pemateri dari kacamata medis.
Sebelum memulai materi, para pemateri memberikan apersepsi dengan menyanyikan lagu “Menggapai Bintang” yang dinyanyikan bersama-sama. Usai itu, pemateri dari bidang agama memberikan penjelasan tentang masa balig atau pubertas yang dibuka dengan mengenalkan jenis-jenis darah, macam-macam warna darah, pengertian haid, waktu normal dan waktu paling lama, serta hal-hal yang dilarang saat haid.
“Perempuan yang sudah haid berarti telah dikenai hukum Islam, seperti kewajiban shalat, wajib puasa, dan tidak boleh memandang laki-laki terlalu lama,” ungkap Feby Rimaning Tyas, S.Pd.I.,M.Pd., sebagai pemateri pertama di bidang agama.
Usai itu, pemateri bidang medis menjelaskan tentang menstruasi.
“Menstruasi adalah darah yang keluar dari rahim, yang menandakan anak perempuan itu akan tumbuh menjadi dewasa. Darah yang keluar saat menstruasi biasanya terjadi selama 3-7 hari atau sampai 15 hari. Jika melebihi 15 hari, maka dinamakan darah penyakit,” jelas Fitri Amalia Tsaqila, S.Kep., sebagai pemateri kedua dari segi medis.
Dari pemateri kelas lain, seperti Alfin Hasanatus Shofiyah. S.H., M.Ag., ia menjelaskan bahwa haid adalah darah yang keluar dari rahim perempuan yang mulai berusia 9 tahun dalam keadaan sehat, bukan darah penyakit istihadah. Setelah masa haid selesai, perempuan yang keluar darah haid tersebut wajib mandi besar.
Acara seminar ini selesai pukul 10.30 WIB dan ditutup dengan doa serta foto bersama. Bersyukur juga acara berjalan dengan lancar. (*)
———————————-
Pewarta: Fita Lalia
Editor: Fathorrozi


