Izzatun Nafila: Siswi Madrasah Aliyah Nurul Qarnain yang Torehkan Prestasi tingkat Nasional

Izzatun Nafila merupakan gambaran satu cermin siswi berprestasi yang tidak mengenal kata “Menyerah”. Santriwati Pondok Pesantren Nurul Qarnain sekaligus siswi dari Madrasah Aliyah Plus Keterampilan Nurul Qarnain yang sekarang tengah menjejaki kelas XI IPS 3 ini begitu membanggakan, pasalnya kemarin(Rabu, 24 Juni 2022) perjuangan karya tulisnya telah menuai hasil yang begitu membanggakan. Di tengah usinya yang masih seumur jagung, dia memperoleh juara bintang pertama ajang Lomba Kolom Opini Pendidikan tingkat Nasional di Universitas Muhammadiyah Jember.

Siswi asal kota Banyuwangi tersebut memang sejak memasuki jenjang Madrasah Aliyah telah aktif menulis dengan ikut andil di kegiatan ekstra Kelas Menulis(Elmash), serta telah mengikuti berbagai lomba menulis baik tingkat kabupaten maupun nasional. Akan tetapi, sejak 2 tahun lalu torehan prestasinya tidak kunjung berpihak kepadanya dan malah rekan se-madrasahnyalah yang mendapat torehan prestasi; Endang Susilawati dan Adiesa yang memperoleh juara 3 dan 1 dalam Lomba Kolom Opini Pendidikantingkat Nasional di UIN Khas Jember 2021 lalu.

Kendati demikian, api semangatnya tidak padam. Nafila terus aktif mengikuti kelas menulis dan perlombaan yang ada. Lelah perjuanganya pun menuai hasil. Kemarin terlihat raut wajahnya nampak bahagia mendengar perolehan juara Lomba Kolom Opini Pendidikan tingkat nasional yang disampaikan langsung oleh panitia lomba Universitas Muhamadiah Jember kepada pihak Madrasah Aliyah Nurul Qarnain.

Dalam lomba Lomba Kolom Opini Pendidikan tingkat Nasional ini Selain Nafila, terdapat 2 perwakilan dari Madrasah Aliyah Nurul Qarnain yaitu Sayyidatu Marsa Salsabila dan Endang Susilawati. Semenjak 3 minggu sebelum hari terakhir pengumpulan, pelatihan telah digencarkan oleh Ibu Muhliseh, S.Farm dalam bidang tulisan, dan Ust. Wildan Miftahussurur untuk desain posternya. berbagai kendala terjadi dalam bimbingan tersebut, akan tetapi pembimbing berusaha untuk seintensif mungkin dengan menemani peserta setiap hari dan menyediakan ruang di kantor sebagai tempat utama bimbingan.

Akhirnya tulisan Nafila yang berjudul “Tersisihnya Etika Kaum Pelajar di Era Revolusi 4.0” berhasil mengantongi peringkat pertama. Dalam tulisan tersebut, Nafila membahas tentang faktor-faktor yang menjadi sebab menurunya etika kaum pelajar saat ini di antaranya adalah diakibatkan oleh kurangnya komunikasi dengan orang tua ditambah dengan hadirnya Gadget serta kontrol diri yang lemah, krisis identitas, dan berbagai faktor lainya.

Selain membahas tentang faktor penyebab tersisihnya etika pelajar, Ia juga membahas tentang cara penanggulangan hal tersebut yaitu dengan Penguatan Pendidikan Karakter(PKK). Di mana sekolah menjadi ujung tombak dalam membentuk jati diri pelajar lewat falsafah Pancasila. PKK sendiri bertujuan untuk membentuk nilai-nilai karakter bangsa khususnya para kaum pelajar.

Dengan adanya karya tersebut, selain sebagai piagam penghargaan kepada Pondok Pesantren dan Madrasah Aliyah Nurul Qarnain, juga diharapkan akan menjadi pegangan yang akan mengantarkan para pelajar kembali kepada jalan realita yang seharusnya. Sebagaimana yang diungkapkan Nafila di akhir tulisanya.“Sehingga bukan tidak mungkin anak-anak saat ini tumbuh menjadi tunas bangsa yang akan berkembang menjulang tegar. Sebab hanya ranting tua yang mudah dipatah, kita adalah ranting muda yang akan tumbuh menjulang meski diterpa badai.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *