Kendati demikian, nampaknya untuk masyarakat kalangan nonpesantren masih terlalu sulit untuk mencerna isi dari kitab kuning, maka dari hal inilah yang melatarbelakangi Pondok Pesantren Nurul Qarnain yang berada di Sukowono Jember untuk mendirikan perguruan tinggi Ma’had Aly yang bertakhassus Fiqh Siyasah(fikih politik) sebagai wadah untuk mencetak para kader ulama di masa mendatang.
Kemarin, Rabu(29,06,2022) Pengasuh Ponpes Nurul Qarnain; KH. Yazid Karimullah bersama dengan KHR. Azaim Ibrahimi(Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiah Sukorejo) dan Syaikh Ali Ridlo Abdullah Muhammad(Dosen dari Azhar Mesir), dan para Kiai lain melangsungkan doa bersama untuk peresmian asrama, musholla dan gedung kampus Ma’had Aly Nurul Qarnain.
Di sela KHR. Azaim sembari berdoa meminta kepada seluruh mahasantri dan santri yang turut hadir dalam doa peresmian ini untuk memegang tembok sebagai pemantapan doa kepada Allah Swt dalam memperoler keberkahan.
Pendirian Ma’had Aly memang sudah merupakan cita-cita pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain ;sejak dahulu ngireng lampa ghuru(mengikuti jejak guru beliau) KHR As’ad Samsul Arifin yang merupakan pendiri dari Ma’had Aly pertama di Indonesia tahun 1992 di Situbondo.
“Cita-cita saya mendirikan Ma’had Aly di Pesantren ini tidak lain karena mengikuti Kiai As’ad yaitu untuk mencetak para kader-kader ulama fikih di masa yang akan mendatang” ungkap Kiai Yazid kepada Mahasantri.
Hal serupa juga disampaikan oleh KH. Badrud Tamam, M.H.I selaku Mudir Ma’had Aly Nurul Qarnain. “Saya ingin melahirkan santri yang menguasai kitab kuning yang dibutuhkan oleh Masyarakat untuk mengantikan para pendawakwah dirasa kurang memahami syariat Islam sesuai Ahlusunnah wal Jamaah.”
“Setidaknya ada 1000 kader ahli fikih yang lahir dari Nurul Qarnain sebagai pengayom khazanah keilmuan Islam kelak,” lanjut beliau.


