Jamaah Shalawat Al-Wishol Membeludak di Jenggawah

Jam’iyah Shalawat Al-Wishol Pondok Pesantren Nurul Qarnain Baletbaru, Sukowono, Jember, kali ini hadir di Jenggawah pada Jumat (10/02/23),  dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW. Acara ini dimulai dengan gema shalawat oleh Jam’iyah Shalawat Al-Wishol, untuk mengundang para hadirin, masyarakat sekitar, komunitas dan simpatisan dari berbagai daerah agar berkumpul di tengah-tengah Alun-Alun Jenggawah. Saat lapangan telah menjadi lautan manusia, pemutaran profil Pondok Pesantren Nurul Qarnain ditayangkan melalui videotron ke tengah-tengah hadirin sebagai pra acara. Kemudian, Ahmad Yulianto, S.Pd.I yang bertindak sebagai master of ceremony, mulai membacakan susunan acara dengan penuh semangat.

Acara ini dibuka dengan pembacaan ummul Quran oleh master of ceremony. Dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci Alquran oleh Firmansyah Hudaifi santri aktif Pondok Pesantren Nurul Qarnain dengan khidmat. Lalu diteruskan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Yalal Wathan yang disenandungkan oleh Jam’iyah Shalawat Al-Wishol diikuti oleh seluruh hadirin. Usai itu, acara dilanjutkan dengan pembacaan tawasul dan tahlil oleh Ustaz Hafidz, kemudian sambutan oleh Camat Jenggawah, Bapak Muhammad Sifak Beni Kurniawan yang mewakilkan sambutan Bupati Jember.

“Majelis Shalawat ini merupakan salah satu sarana yang sangat efektif untuk lebih mendekatkan diri serta meningkatkan derajat keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah Swt. Selain itu, majelis ini juga merupakan sarana yang diharapkan dapat memperlancar komunikasi dalam sebuah kerangka silaturrahmi yang semakin erat antara berbagai komponen dan potensi umat Islam. Sehingga mampu memperkokoh jalinan ukhuwah Islamiyah yang bermuara pada terpeliharanya persatuan dan kesatuan masyarakat,” ungkapnya.

Dalam sambutan itu, ia juga menyampaikan bahwa kesempatan ini (bershalawat bersama) sangat sayang jika disia-siakan begitu saja. Dengan mengikuti kegiatan shalawat sebagai pribadi muslim kita semua diharapkan akan senatiasa mawas diri, bertafakkur dan mengetahui sudah sejauh mana kita mengamalkan ajaran dan tuntunan agama Islam.

“Marilah kita tingkatkan iman dan takwa kepada Allah Swt, serta senantiasa memohon rida-Nya untuk memberi kesabaran dan kemampuan untuk mengamalkan yang hak dan meninggalkan yang batil.”

Sambutan tersebut dipungkasi dengan sebuah pantun:

Jika ibadah janganlah cepat-cepat

Ikut pengajian hendaknya khusuk dan khidmat

Dengan shalawat semoga kita mendapatkan syafaat

Hidup tenang insya Allah selamat dunia akhirat

Usai itu, dilanjutkan dengan ceramah agama oleh KH. Badrut Tamam, M.H.I.  Dalam ceramah, beliau mengemukakan tentang pentingnya perilaku sabar dan istikamah salat.

“Urusan sabar jangan mengandalkan kepandaian. Allah Swt memerintahkan kita untuk meminta pertolongan. Dan urusan salat, jangan mengandalkan fisik. Wasta’inu bi as-shabri wa as-shalah,” tuturnya.

KH. Badrut Tamam, M.H.I., saat menyampaikan ceramah agama

Beliau menyampaikan pula, sekelas Nabi Ibrahim masih minta pertolongan kepada Allah untuk diistikamahkan menunaikan salat. Nabi Ibrahim juga memohon kepada Allah agar keturunannya diistikamahkan pula dalam urusan salat.

“Semoga kita semua menjadi manusia yang sabar menerima qadha dan qadar Allah serta istikamah dalam melaksanakan ibadah salat bersama anak cucu kita terus ila yaumil qiyamah. Dan semoga mati dalam keadaan membawa iman dan Islam,” ucap beliau mengakhiri ceramah.

Selanjutnya, acara yang diselenggarakan oleh Pemuda Jenggawah dan ISNUQ (Ikatan Santri Nurul Qarnain) Jenggawah ini, dilanjutkan dengan zikir dan shalawat bersama Jam’iyah Shalawat Al-Wishol yang dipimpin oleh KH. Fawaid Yazid dan diakhiri dengan doa oleh yang almukaram KH. Yazid Karimullah.

====================

Pewarta: Fita Lalia

Editor: Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *