Demi menunjang skill dan kualitas siswa dalam pengetahuan, Madrasah Aliyah Plus Keterampilan Nurul Qarnain mengadakan sejumlah kelas keterampilan tambahan yang dilaksanakan secara langsung di lapangan.
Selasa (07/02/2023) sejumlah siswa dikumpulkan guna pembekalan kelas perkebunan. Kelas tersebut diikuti sekitar 10 siswa yang dipilih dari perwakilan setiap kelas. Diberangkatkan sekitar pukul 07.00 WIB dari lingkungan pesantren, sejumlah siswa tersebut lalu diarahkan ke lokasi pembuatan pupuk organik yang berada di Sumberwaru, Sukowono, dengan didampingi langsung oleh Kepala Madrasah, Drs. H. Imam Syafi’i, M.Pd.I, beserta guru pendamping siswa, Bapak H. Abdur Rohim, S.Pd.
Bapak H. Rohim menuturkan, tujuan utama dari pengadaan kelas ini adalah agar siswa lulusan Madrasah Aliyah Nurul Qarnain memiliki bekal dalam berwirausaha, khususnya dalam bidang perkebunan.
“Sebagaimana tujuan dari kepala madrasah, dengan diadakannya pembekalan ini, diharapkan kelak siswa dan siswi Madrasah Aliyah Nurul Qarnain memilki skill dan bekal, sehingga mampu berwirausaha, terlebih mampu membuka lapangan pekerjaan di tengah masyarakat,” ungkap Bapak H. Rohim dalam sebuah wawancara.
Para siswa diajarkan step by step perihal proses berkebun. Dan khusus pada hari Selasa tersebut, pembelajaran difokuskan pada pembuatan pupuk MCK atau organik. Di sana, para siswa yang terpilih diberikan langkah-langkah pembuatan pupuk, mulai dari pengumpulan dan pemilahan kotoran hewan yang dapat dijadikan pupuk siap pakai, serta cara meletakan pupuk yang benar pada tanaman.
“Khusus hari ini fokus pada belajar pembuatan pupuk organik, karena pupuk ini lebih murah dan sangat baik dalam menjaga lingkungan alam, namun kualitasnya tidak kalah dengan pupuk kimia. Seluruh kebun yang dimiliki madrasah menggunakan pupuk organik buatan sendiri,” jelas beliau.
Hari Minggu sebelumnya, para siswa diajak ke desa Pringondani, Sumberjambe, tepatnya pada lahan 6 hektare milik Madrasah Aliyah Nurul Qarnain. Di sana mereka diberikan praktik tata cara penanaman pohon durian dan alpukat.
“Sekitar 600 pohon durian dan 400 pohon alpukat kami tanam pada hari Minggu. Para siswa juga diajarkan tata cara menanam yang benar, yaitu jarak setiap pohon tidak kurang dari 6 meter, sehingga pertumbuhannya akan baik dan cepat berbuah,” terang Bapak H. Rohim.
“Dan pohon durian itu adalah mayoritas pohon impor yang kualitasnya sudah terjamin, sehingga kurun waktu 2 tahun sudah bisa berbuah dan masa produktif bagusnya adalah di usia 5 tahun,” lanjut beliau.
Beliau juga menuturkan usaha perkebunan durian adalah usaha yang cukup menjanjikan saat ini. “Durian yang kami pilih adalah yang insya Allah berkualitas bagus, bahkan beberapa pohon bisa mencapai harga 400 ribu di tiap kilonya.”
Beliau juga menuturkan bahwa kegiatan kelas perkebunan tersebut akan dilaksanakan pada setiap minggu, sehingga sesuai harapan kepala madrasah, alumni MA Plus Keterampilan Nurul Qarnain tidak hanya unggul dari kuantitas, namun memiliki skill dan kualitas tinggi yang akan dibawa ke masyarakat.
============================
Pewarta: Wildan Miftahussurur
Editor: Fathorrozi


