Kemeriahan Perayaan Maulid (Agung) Nabi Muhammad SAW

JEMBER_nurulqarnain.net. “Tidak ada tujuan lain kita berkumpul di sini kecuali ingin memohon harapan terbaik kepada Allah Swt agar mendapat syafaat Nabi Muhammad Saw, baik di dunia maupun di akhirat,” demikian tutur KH. Yazid Karimullah ketika membuka acara Maulid Agung pada Selasa malam Rabu (26/6/2023) di auditorium.

Maulid Agung merupakan rentetan acara yang dilaksanakan setiap tahun sebelum Perayaaan Maulid Nabi dan Haflatul Imtihan di Pondok Pesantren Nurul Qarnain. KH. Yazid Karimullah selaku khadimul ma’had memimpin langsung acara yang dihadiri lebih dari 3.000 jamaah tersebut.

Dengan mengenakan pakaian serba putih, para santri mengikuti acara di bagian belakang dewan guru. Tidak hanya santri dan dewan guru, masyarakat sekitar serta jamaah shalawat Al Wishol juga ikut hadir memeriahkan agenda tahunan tersebut.

Sebelum memulai acara, KH. Yazid Karimullah mengimbau kepada para jamaah agar mengikuti acara ini dengan tertib dan khidmat.

“Sering saya imbau, jika di depan ada yang bertutur, maka telinga mendengarkan, mata melihat, dan mulut diam. Begitulah yang diajarkan guru saya agar mendapat ilmu berkah dari para guru,” nasihat beliau.

Pada kesempatan tersebut, pengasuh juga menyampaikan alasan Perayakan Maulid Nabi. Beliau menuturkan asal-muasal dari Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang diwariskan oleh Wali Songo yang meniru jejak Sultan Muhammad al-Ayyubi.

“Wali Songo meneladani Sultan Muhammad al-Ayyubi yang juga mencontoh dari Sayyidina Abbas. Beliau selalu menyambut malam Senin karena merupakan kelahiran Nabi Muhammad Saw,” jelas beliau.

Selain itu, beliau juga mengisahkan Abu Lahab yang mendapat keringanan siksa kubur setiap hari Senin, karena saking senangnya dengan kelahiran Nabi Muhammad Saw sehingga ia memerdekakan Tsuwaibah, budaknya.

Lebih lanjut, KH. Yazid Karimullah juga menyampaikan keutamaan merayakan kelahiran Nabi Muhammad Saw.

“Sayyidina Abu Bakar bertutur ‘barang siapa yang berinfak satu dirham untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad, maka kelak akan bersamaku di surga’, Sayyidina Umar juga bertutur, ‘barang siapa yang merayakan Maulid Nabi, maka sungguh ia telah menghidupkan agama Islam’,” jelas beliau kepada para hadirin.

“Semoga kelak kita yang berkumpul di tempat ini sebab rasa cinta yang begitu besar kepada Nabi Muhammad Saw, akan berkumpul bersama beliau di hari kiamat,” doa KH. Yazid Karimullah.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan Shalawat Nabi oleh Jam’iyah Hadrah Al Wishol yang langsung dipimpin oleh shahibul majelis, KH. Fawaid Yazid. (*)

————————————–

Pewarta: Wildan Miftahussurur

Editor: Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *