Kehadiran Choirul Anwar dan Bambang Sukwanto ke pesantren ini disambut hangat oleh pengasuh; KH. Yazid Karimullah. Keduanya merasa kagum ketika pertama kali datang di Pondok Pesantren Nurul Qarnain.
Kepada Tim Media Nurul Qarnain, Choirul Anwar menyatakan kekagumannya terhadap Pondok Pesantren Nurul Qarnain.
“Yang kami tahu, Pondok Pesantren Nurul Qarnain ini begitu luar biasa dalam mencetak generasi bangsa. Hal ini yang patut kami dukung bersama,” tuturnya.
Selain itu, ia berharap kelak para santri Pondok Pesantren Nurul Qarnain menjadi insan-insan yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.
“Harapan besar kami adalah semoga kelak para santri menjadi insan-insan yang berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara, serta ilmu agamanya bermanfaat dengan mengoptimalkan ajaran Islam dalam membangun karakter generasi muda,” lanjutnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Bambang Sukwanto. PJ Bupati Bondowoso itu menuturkan, nama Pondok Pesantren Nurul Qarnain dikenal luas oleh masyarakat Bondowoso.

“Saya pertama kali datang ke Nurul Qarnain di acara Maulid Nabi yang begitu ramai ini, bahkan di sepanjang jalan mobil saya macet karena begitu membeludaknya hadirin,” paparnya.
“Pengaruh Nurul Qarnain yang berada di Jember ini juga sangat terasa di Bondowoso, bahkan banyak santri di sini yang berdomisili Bondowoso. Ini merupakan pengaruh yang cukup besar,” lanjutnya.
Bambang Sukwanto juga menyatakan kekagumannya terhadap KH. Yazid Karimullah. Ia menegaskan sosok KH. Yazid Karimullah memiliki andil yang teramat besar, tidak hanya di Jember, tapi juga sampai ke jantung Bondowoso.
“Saya sangat kagum kepada Kiai Yazid. Beliau tidak hanya sosok kiai dan ulama, tapi juga seorang tokoh besar yang tidak hanya dimiliki Jember, namun juga Bondowoso juga provinsi, bahkan nama beliau juga berpengaruh di kancah nasional,” ungkapnya.
Ia menitip pesan kepada seluruh santri di Pondok Pesantren Nurul Qarnain agar terus semangat belajar dan berprestasi, khususnya yang berasal dari Bondowoso, karena perannya akan ditunggu saat nanti pulang ke masyarakat. (*)
——————————
Pewarta: Wildan MS
Editor: Fathorrozi


