KH. Yazid Karimullah dan Arah Baru Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Qarnain

OPINI_nurulqarnain.net – Kepemimpinan di pesantren bukan sekadar soal mengatur lembaga, melainkan tentang keberanian mengambil arah di tengah tradisi, tantangan zaman, dan beragam pandangan.

Di Pondok Pesantren Nurul Qarnain, sosok KH. Yazid Karimullah tampil sebagai pemimpin yang tidak hanya menjaga warisan keilmuan pesantren, tetapi juga berani membuka jalan baru demi masa depan santri dan umat.

Salah satu keputusan paling penting dalam perjalanan Nurul Qarnain adalah keberanian Kiai Yazid memasukkan pendidikan formal ke dalam sistem pesantren, dimulai dengan pendirian SMP Terbuka. Pada masanya, langkah ini bukan tanpa risiko. Tidak sedikit pihak yang mempertanyakan, bahkan mengecam, dengan alasan kekhawatiran bergesernya fokus pendidikan agama. Namun, Kiai Yazid memandang persoalan ini secara lebih jernih dan visioner. Beliau melihat bahwa di samping pendidikan agama yang utama dan fundamental, pendidikan formal juga dibutuhkan sebagai bekal santri menghadapi realitas sosial yang terus berubah.

Keteguhan sikap inilah yang menjadi ciri khas kepemimpinan KH. Yazid Karimullah. Sekalipun berhadapan dengan kritik dan pandangan yang beragam, beliau tetap berdiri pada keyakinannya, pesantren harus mempersiapkan santri agar kuat secara spiritual sekaligus siap secara intelektual dan sosial. Waktu kemudian membuktikan, keputusan tersebut bukanlah langkah mundur, melainkan pijakan awal bagi tumbuhnya sistem pendidikan yang lebih komprehensif di Nurul Qarnain.

Seiring berjalannya waktu, cita-cita besar Kiai Yazid dalam bidang pendidikan semakin nyata. Beliau tidak berhenti pada satu jenjang atau satu model pendidikan. Semua jenjang dan pilihan pendidikan disiapkan untuk menjawab kebutuhan dan tantangan zaman, mulai dari PAUD, pendidikan dasar dan menengah, hingga pendidikan tinggi.

Visi ini sering beliau sampaikan dalam berbagai kesempatan dengan ungkapan sederhana namun penuh makna:
“Sengkok terro Nurul Qarnain andik Universitas.”

Ungkapan tersebut bukan sekadar harapan, tetapi arah perjuangan yang terus diupayakan. Bibitnya telah tumbuh dengan berdirinya Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Nurul Qarnain, yang kemudian bertransformasi menjadi Institut KH Yazid Karimullah. Transformasi ini tidak hanya mengokohkan tekad beliau dalam dunia pendidikan tinggi, tetapi juga menandai bahwa secara regulasi dan kelembagaan, Nurul Qarnain tinggal selangkah lagi menuju cita-cita besar menjadi universitas.

Meski demikian, di tengah pengembangan pendidikan formal dan tinggi, pendidikan diniyah tetap menjadi pijakan utama di Pondok Pesantren Nurul Qarnain. Kiai Yazid secara konsisten mendorong para santri agar menuntaskan pendidikan diniyahnya. Bagi beliau, penguasaan ilmu agama dan adab pesantren adalah fondasi yang tidak boleh ditinggalkan, apa pun jalur pendidikan yang ditempuh santri.

Variasi pilihan pendidikan yang tersedia di Nurul Qarnain bukan sekadar penyediaan layanan, tetapi bagian dari strategi mencetak santri yang kompeten di bidangnya masing-masing. Santri diarahkan untuk menemukan potensi, mengasah keahlian, dan berkontribusi secara nyata di tengah masyarakat, tanpa kehilangan identitas kepesantrenan.

Menariknya, Pondok Pesantren Nurul Qarnain tergolong pesantren yang relatif muda dibanding pesantren lain di kawasan sekitarnya. Namun, di bawah kepemimpinan KH. Yazid Karimullah sebagai pendiri sekaligus pengasuh, pesantren ini mengalami perkembangan yang luar biasa. Dengan semangat keilmuan yang terus dikobarkan, Nurul Qarnain mampu berkiprah dalam berbagai bidang pendidikan dan sosial.

Kepemimpinan Kiai Yazid adalah kepemimpinan yang berpijak pada keberanian, visi jauh ke depan, dan kesetiaan pada nilai-nilai pesantren. Dari pesantren yang muda, beliau menyalakan obor keilmuan yang terang, mengantarkan Nurul Qarnain tumbuh sebagai rumah pendidikan yang relevan, kokoh, dan penuh harapan untuk masa depan. (*)

———————————–

Penulis: M. Muslim Al-Hasany

Editor: Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *