Dalam kesempatan tersebut, KH. Yazid Karimullah berkeliling melihat perkembangan pembangunan bersama para tukang yang sedang bekerja, mulai dari proses penggalian, pengecoran pondasi, hingga pengerjaan konstruksi lainnya.

Suasana peninjauan berlangsung hangat. Pengasuh tampak berbincang akrab dan sesekali bercanda dengan para pekerja, mencerminkan kedekatan yang telah terjalin selama proses pembangunan berlangsung.
Di sela-sela peninjauan, KH. Yazid Karimullah menjelaskan rencana pemanfaatan beberapa bangunan yang sedang dikerjakan. Salah satunya adalah pembangunan asrama baru yang akan diperuntukkan bagi santri putri.
“Ini akan saya bangun untuk asrama putri,” tutur beliau sambil menunjukkan lokasi pembangunan.
Selain penambahan asrama, beliau juga menyiapkan fasilitas penunjang lainnya berupa gedung khusus untuk layanan cuci pakaian santri putri.
“Gedung ini akan saya buat untuk pencucian baju santri putri atau laundry,” jelasnya.

Perhatian terhadap kebutuhan dasar santri juga diwujudkan melalui pembangunan tandon air berkapasitas besar. Menurut KH. Yazid Karimullah, fasilitas tersebut akan menjadi tambahan sumber air yang akan disalurkan ke berbagai area pesantren.
“Untuk memenuhi kebutuhan santri, ini akan saya bangun sebagai tandon air. Nanti akan digali dan dipasang paralon untuk disambungkan ke area pesantren. Ini tambahan dari beberapa tandon sumber air yang saya miliki di Sukowono,” ungkap beliau.

Pembangunan berbagai fasilitas tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya Pondok Pesantren Nurul Qarnain dalam meningkatkan pelayanan kepada para santri. Seiring bertambahnya jumlah santri setiap tahun, kebutuhan akan sarana penunjang juga terus meningkat, mulai dari asrama, layanan pendukung, hingga penyediaan air bersih.
Saat ini, selain pembangunan di kawasan utara pesantren, beberapa bangunan lain di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Qarnain juga masih berada dalam tahap pengerjaan. Seluruh proses pembangunan dipercepat agar dapat segera dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas pendidikan dan kebutuhan santri. (*)
——————————————-
Pewarta: Wildan Miftahussurur
Editor: Fathorrozi


