Kisah Syaikh Asy-Syadzili dan Awal Mula Minuman Kopi

KISAH ISLAMI | nurulqarnain.net – Bagi sebagian orang, kopi hanyalah secangkir minuman untuk mengusir kantuk. Namun dalam tradisi Islam, khususnya di kalangan kaum sufi, kopi pernah memiliki kisah yang jauh lebih dalam. Ia menjadi teman dalam perjalanan, pengusir kantuk ketika beribadah, sekaligus bagian dari tradisi majelis zikir.

Salah satu kisah yang masyhur menghubungkan kopi dengan seorang wali Allah, Syaikh Abu Hasan Ali bin Umar Asy-Syadzili. Dalam sejumlah riwayat yang berkembang di Timur Tengah, beliau dikenal sebagai salah seorang pengikut tradisi Syadziliyah, bukan pendiri tarekat Syadziliyah. Kisah tentang dirinya kemudian berkembang sebagai legenda tentang seorang wali yang memperkenalkan manfaat biji kopi.

Dikisahkan, suatu ketika Syaikh Asy-Syadzili melakukan perjalanan panjang dalam rangka uzlah dan mendekatkan diri kepada Allah. Ia berjalan sepanjang hari hingga malam tiba. Ketika sampai di sebuah kawasan yang dipenuhi pepohonan dan binatang liar, sang syakh memilih memanjat sebuah pohon tinggi untuk menghindari bahaya.

Di atas pohon itu, ia menemukan buah kecil yang belum dikenalnya. Karena perjalanan yang panjang, ia memetik dan memakannya. Sesuatu yang menarik terjadi. Malam itu ia tidak merasakan kantuk sebagaimana biasanya. Tubuhnya terasa lebih segar sehingga dapat melanjutkan perjalanan dan beribadah.

Keesokan harinya, beberapa buah tersebut kembali dibawanya. Ketika bijinya mulai mengering, ia mencoba memanggangnya di atas api. Setelah itu, biji yang telah dipanggang tersebut diseduh dengan air. Dari sinilah, menurut kisah yang berkembang dalam tradisi masyarakat Muslim, lahirlah cara menikmati kopi sebagai minuman.

Kopi kemudian dikenal luas di lingkungan masyarakat Arab dan terutama mendapat tempat di kalangan kaum sufi. Mereka meminumnya agar tetap terjaga pada malam hari ketika melakukan zikir, membaca Al-Qur’an, belajar, dan beribadah. Oleh karena itu, kopi tidak semata-mata dipandang sebagai minuman, tetapi sebagai sarana untuk membantu menjaga semangat dalam ketaatan.

Dalam perjalanan sejarahnya, kopi juga pernah menjadi bahan perdebatan mengenai hukum meminumnya. Sebagian ulama mempertanyakan hukumnya, sementara ulama lain membolehkannya. Di antara tokoh yang dikenal membela kebolehan kopi adalah Syaikh Abdul Ghani an-Nabulusi.

Ada pula riwayat yang menyebut Abu Bakr al-Aydrus sebagai tokoh yang mengembangkan dan menyebarkan kebiasaan minum kopi. Ia bahkan dikenal memiliki syair tentang kopi sebagai minuman yang membantu seseorang melawan kantuk demi beribadah.

Terlepas dari perdebatan mengenai siapa yang benar-benar menemukan kopi, kisah para ulama tersebut menyimpan pesan yang menarik, yaitu sesuatu yang sederhana dapat menjadi sarana kebaikan ketika digunakan untuk tujuan yang baik.

Bagi para pencinta ilmu dan ibadah, secangkir kopi bukan sekadar pengusir kantuk, melainkan pengingat bahwa waktu malam pun dapat diubah menjadi kesempatan untuk mendekat kepada Allah. (*)

—————————————

Penutur: Wildan Miftahussurur

Editor: Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *