Laksanakan Imtihan Niha’i, Siswa SPM Nurul Qarnain Harus Hafal Alfiyah dan Imrithi

JEMBER_nurulqarnain.net. Hampir memasuki liburan pesantren, Satuan Pendidikan Muadalah Nurul Qarnain yang terdiri dari Madrasah Diniyah Muadalah Tsanawiyah (MDMT) dan Madrasah Diniyah Muadalah Aliyah (MDMA) Pondok Pesantren Nurul Qarnain laksanakan ujian akhir, Imtihan Niha’i dengan ketentuan harus hafal 1000 bait nazam Alfiyah dan Imrithi.

Pada Minggu (18/02/2024) ujian panggung yang bertempat di Auditorium KH. Yazid Karimullah dilangsungkan selama 3 hari berturut-turut. Dimulai dari hari Jumat, siswa dan siswi yang terdiri dari angkatan kelas XII Madrasah Diniyah Muadalah Aliyah Nurul Qarnain harus bisa menyebutkan nazam dan menerjemahkan serta menjawab pertanyaan dari para dewan penguji.

“Seribu bait Alfiyah ibnu Malik menjadi ketentuan dari kurikulum pendidikan kami, sehingga menjadi syarat kelulusan bagi para siswa untuk mampu menyebutkan bait Alfiyah yang diujikan serta menerjemahkan dan menyampaikan maksud dengan benar di hadapan seluruh siswa yang lain,” jelas Ustaz Mutawakkil selaku panitia.

Satuan Pendidikan Muadalah Nurul Qarnain yang terdiri dari setingkat Sekolah Menengah Pertama dan Menengah Atas menerapkan kurikulum mandiri yang berbasis pesantren dengan mengkhususkan para siswa untuk mampu membaca dan mendalami kitab kuning yang nantinya diharapkan menjadi kader ulama.

“Penerapan hafalan Alfiyah ibnu Malik dan Imrithi sudah diwajibkan sejak masih kelas X dengan minimal harus menyetor setidaknya 150 bait paling sedikit di setiap semester,” lanjutnya.

Imtihan Niha’i juga dilanjutkan oleh Madrasah Diniyah Muadalah Tsanawiyah Nurul Qarnain dengan bentuk ujian yang sama, namun menggunakan nazam Imrithi dengan tingkat dan kadar kesukaran yang lebih mudah.

“Sama seperti Madrasah Muadalah Aliyah, namun kami lebih meringankan bentuk ujiannya, mengingat anak didik kami usianya masih muda,” papar Ustaz Surul.

Pelaksanaan Ujian Niha’i memiliki tujuan tidak sekadar agar para siswa mampu menghafal dan lancar menyebutkan bait-bait nazam yang diujikan, namun juga menguji mental mereka. Hal ini menjadi nilai plus yang menuntut siswa bukan hanya pandai, namun juga menguji mental dan kemampuan di depan umum.

“Kami harus memang benar-benar mempersiapkan sebaik-baik mungkin, bahkan dari jauh-jauh hari. Bukan hanya hafal, namun kami harus menguatkan keberanian mental kami di depan teman-teman,” pungkas Dafa salah satu siswa Madrasah Muadalah Tsanawiyah yang merupakan salah satu peserta ujian.

Sebelumnya, siswa dan siswi Satuan Pendidikan Muadalah Nurul Qarnain telah digodok pula dalam ujian Fathul Qarib seluruh bab dengan kriteria harus mampu membaca secara lancar dan menyampaikan maksud dari setiap redaksi yang ada di dalam kitab, sehingga finalnya pada hari Minggu (18/02/2024) pada sesi ujian panggung. (*)

———————————-

Pewarta: Wildan Miftahussurur

Editor: Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *